instagram

Pages

Showing posts with label love. Show all posts
Showing posts with label love. Show all posts

Monday, February 23, 2015

Paman Ngemal  Bibi Ngemil

Seperti layaknya fase hidup, ada suatu momen dimana kita mulai pindah dari tempat bujang kita kemudian menyatu bersama pasangan dalam bahtera rumah tangga baru *halah … Nah, berawal dari ide ini dan bagaimana bahagianya saya menemukan pasangan hidup yang mendukung hobi traveling, eating, sharing, and cooking kami kemudian mulai mendokumentasi perjalanan kami dari cerita - cerita tersebut. Karena suka bilang, "ayo ngemil!" tanpa kenal waktu dan selalu punya stok camilan di keranjang piknik kami, maka jadilah dia Paman Ngemal dan aku Bibi Ngemil ….. lalu kami sebut seluruh dokumentasi perjalanan dan hobi kami NgemalNgemil.

Senang rasanya ketika mulai memberi referensi perjalanan, makanan, resep masakan, sharing hidup, dan beberapa tulisan inspiratif lainnya, kami mendapat tanggapan positif dari teman - teman semua. Mulai dari yang kemudian mencurahkan isi hatinya, mencoba resep masakan, mendapatkan ide kencan dengan kecengan baru nya, mencoba kuliner ini itu, dan mulai memberi semangat kami untuk terus berbagi. Harapan kami, Paman Ngemal dan Bibi Ngemil, adalah … kami ingin wadah www.ngemalngemil.wordpress.com ini menjadi tujuan teman - teman semua untuk memberi referensi rasa, cinta, dan rock n roll :)

Let's move to our new house




Thursday, July 31, 2014

I Give It A(nother) Years

Sebagai orang pelupa, sekali lagi aku membuat jengkel suamiku ketika film ini tetiba muncul di Fox Movies malam itu. Aku seperti semangat untuk menonton dan suamiku mempertanyakan karena sebetulnya kami punya film ini dan aku selama ini tidak tertarik untuk menonton. Akhirnya kami memilih tidur dan tidak melanjutkan pertengkaran perihal kealpaan ku dalam mengingat sesuatu. Keesokan harinya baru aku tergerak menonton film itu karena ibuku dan adikku menyarankan karena menurut mereka film ini mirip dengan kisahku dan suamiku. Demikian juga mereka berpesan "semoga ending nya jangan ikut - ikutan sama" Karena penasaran, maka kuajak suamiku malam itu menonton film ini :



Friday, July 11, 2014

Her


When my eyes were spoiled with the contrast touch of vintage looking and cutting edge moodern setting. 

Have you ever so distrust with love? So tired with human relationship…. and so thinking that love is enormous insane feeling admitted by social life?

Monday, July 7, 2014

Blow me a year






Suatu sore aku lihat ekspresi suami saya sedikit berbeda. Sepertinya dia sedang melakukan komunikasi dengan orang lain dan tampak sekali dia kebingungan. Aku tanya kenapa dia sepertinya kesulitan menjawab. Sampai sebelum tidur dan setelah banyak bercerita, aku tau kalau dia kuatir kado ulang tahunku tidak sampai pada hari-H. Wajahnya nampak gusar dan lucu seperti orang yang tidak biasa memberikan sesuatu yang spesial untuk orang lain di hari yang penting. Oh I'm flattered.

Iya, Hari Minggu kemarin ini umurku bertambah 1 tahun lagi menjadi 29! oh lala … on more year and I hit 30! Ulang tahunku sejak kecil selalu dirayakan. Mulai dari berkumpul bersama tetangga lengkap dengan kue dan kado sampai pada kejutan tengah malam dan makan bersama keluarga. Tentu ini berbeda dengan budaya suamiku yang tidak pernah merayakan hari jadi secara spesial. Maka pada hari ini, aku pun mengurungkan diri untuk berharap banyak. Malah aku lebih merenungkan mencari determinasi hidupku menjelang umur 30. Oh my God! better resolution please.

Syukurlah aku sudah siap dengan pertanyaan suamiku "what's your resolution this year?" lalu aku menjabarkan betapa aku ingin sifat temperamentalku perlahan memudar, rasa percaya diriku tumbuh, aku bisa menerima orang siapapun itu tanpa penilaian subyektifku, aku bisa melepaskan masa lalu, dan lebih tenang menjalain hari - hariku, juga menahan diri atas segala ucap sadisku terhadap suatu kejadian . Oh satu lagi! resolusi kali ini tidak lagi langsing, tapi aku ingin bisa olahraga … *bwahahahahh!
Lalu kemudian entah kenapa malam itu ketika suamiku bertanya dan aku menjelaskan, rasanya langkahku semakin ringan walaupun daging 200 gram baru saja kunikmati dengan arogannya.

Terima kasih alam semesta!

let's go!

poffertjes from a friend!

my very surprising birthday gift
from my be loving husband
My husband's writing!



Monday, June 16, 2014

Asli vs. KW Super

MERTUA

Kalau mertua saya itu merupakan pasangan yang punya topeng 1,000. Harus dijamin semua orang tau bahwa keluarganya bahagia dan harmonis. Suasana rumah yang dingin dan bicara hambar dipermukaan adalah kebiasaan mereka. Menghindari konflik dan memendam perasaan adalah bentuk rumah tangga idaman ala pelajaran Pendidikan Moral Pancasila. Senyum manis yang dibuat pakai sakarin memberi rasa lezat dan meninggalkan lekak ditenggorokan. Coba bayangkan ketika kamu ingin marah tapi berusaha untuk senyum, rasakan ada rongga di hidung dan tenggorokan yang terasa lekak sakit yang tertahan. Itu maksudku :)


ORANG TUAKU

Berangkat dari pasangan rebel tahun 80an, mama dan papa terlalu terbuka akan segala kelakuannya baik dan buruknya. Kami tumbuh berasaskan kejujuran meski kadang mengetahui yang jujur itu sakit. Semua orang tau keluarga kami out of the box. Beberapa temanku suka main kerumah karena memiliki sosok mama papa baru yang bisa menerima perbedaan … beberapa orang tua memandang nyinyir karena mama papa terlalu rebel dan tidak normal didepan kehidupan sosial. Kami seperti bilang "oh Sh*t" kepada satu sama lain dengan senyum merekah penuh cinta yang membuat kami tau bahwa kami bisa marah, sedih, senang, baik - baik, berkonflik, atau emosional tapi kami tetap apa adanya.


AKU

Mencoba punya rumah tangga sesuai imajinasi aku disadur dari yang baik - baik perpaduan mertua dan orang tuaku.

Tingkat kegagalan : medium!

Solusi : F**k it!

Moral Lesson : Tidak ada kebohongan dari apa yang kita ucapkan hanya perbedaan persepsi yang memiliki dampak lain dalam menerima suatu pernyataan.



SOUNDTRACK


Selamat ulang tahun perkawinan 1 tahun untuk aku dan suamiku, terserah ucap jujur atau kepalsuan dan lamismu serta pengaruh orang tuamu karena aku bicara apa adanya, sadis, dan abnormal serta pengaruh orang tuaku yang membawa kita pada ranjang yang sama dan membuang waktu bersama sampai nantinya kita berpisah …. semoga sampai mati. Let's get wasted!

pf . June 8, 2014


Friday, May 23, 2014

I fail in Love!

Jadi ceritanya tetangga blog menulis soal tips - tips mempertahankan cinta. Menggunakan kata 'tips' tampak cheesy ya tapi ini yang aku maksud tulisannya bagus sekali sebenernya dan cukup menampar karena, I fail in maintaining love if that's really the rule … ya naw wad ai min! :

1. Make time to communicate with your partner, share things don't hide things.
Well, I love sharing things with my husband, more to know… I talk a lot. My husband? mmm he is so much so so in his life and he is in progress to share things as he never share things in his live. So I talk too much and he is so silent… well, which part of two way communication we have?

2. Value your partner trust and commitment
Hmmmm … my husband was a cheater and so was I … I trust him in love with me but I build myself to be ready if one day he cheats again. In the other way trying to be optimistic is I stop cheating and I hope the universe conspire to not to let my husband reverse it back to me.

3. Support the positive way of what your partner doing
Oh! I win this part .. yes I support him!

4. Give your partner priviledge to be himself/herself by giving them space to grow.
Hmmm … my husband is the most boring person I ever met, but I manage myself to accept that and support him as he is who he is and I don't want to change anything about him a bit …

5. Make your love life romantic everyday!
Oh my husband is really good at it… so I guess …. "checked!"

Wednesday, March 19, 2014

Growing Old vs. Together

For I may still in progress of having faith that love can last even some may not, I accidentally found this inspirational images taken for anniversary photography depicting from the movie "Up".
So I kinda heart it to put on my blog for reminder, that I must have the fight to keep my love life with my husband until death do us part, but not to forget if somehow we fail before we die, then I must let go.






I got this adventure jar of coins with my husband
once collected, we bought a tiny red car to travel!


photo courtesy : http://www.mymodernmet.com/profiles/blogs/up-themed-anniversary-photo-shoot

Friday, January 17, 2014

Batas Akhir Penggunaan : Expired Date

Kemarin adikku berseru dengan lantang "yaaaaaa TimTam ku expired! Ah ya udahlah ya masih enak inih …" lalu tetap saja dia lahap meski sudah terlambat 3 hari dari batas akhir penggunaan. Di lain hari aku juga membaca pernyataan dari teman "Jangan terhanyut sama yang manis - manis, pasti nanti juga basi… coklat aja bisa expired." Hmmm …. Mari berpikir bukan dari permukaannya saja, tapi mari kita ulas lebih dalam. Mau bicara batang coklat? atau biji coklat? <---- kok rasanya maknanya ambigu menuju saru.

Sebagai wanita yang level kecantikannya sedikit diatas rata - rata (bukan bermaksud kePDan tapi lebih ke sadar diri *helah! ) saya menemui pria - pria bicara manis dengan berbagai pujian dan perlakuan. Semuanya mulai dari manis, jorok, norak, dan mempesona pernah saya hadapi. Apakah mereka bisa basi? Apakah mereka lama - lama bosan bicara manis? atau tetap konsisten dengan perlakuannya itu? Tentu saja sebagai orang yang pernah dan masih berusaha untuk tidak skeptis, saya sempat menganggap itu semua bisa basi. 3 bulan pernikahan bilangnya "Hai honey, gorgeous you are awesome and yummy please hand me the food!" nanti 3 hari menuju kematian kalau untung istrinya masih sama dan peyot - peyot bilangnya "ambilin makan!" Ini yang selalu ada di pikiran saya, karena toh sudah tua dan peyot kan ya palsu dan munafik sekali kalau masih dipanggil georgeous, honey, and yummy!

Nah, ini juga lagi - lagi bicara persepsi. Seperti ketika kita makan coklat. Mungkin coklat yang sudah dalam kemasan itu nantinya akan basi karena sudah diolah dan diberi bahan lain yang daya tahannya tidak lama. Tapi coba pikirkan buah coklatnya, sebelum dia diolah. Pastinya orang yang memetik buah coklat untuk diolah akan memikirkan pembibitan ulang, sehingga coklat akan tetap tumbuh terus dan mengikuti lingkaran kehidupan untuk terus dan terus memberi kenikmatan dalam bentuk es coklat, susu coklat, truffles, cookies, dan lain sebagainya. Jadi, kalau nanti kamu lihat istri atau suamimu semakin menua, menyebalkan, tidak bisa dipahami, dan bahkan sudah tidak bisa diajak bercinta *tsah … maukah kamu untuk tidak melihatnya usang secara biologis tapi tetap setia mencintainya dengan tulus dan konsisten? Agar supaya manusia - manusia ini lingkaran kehidupannya semakin terus kaya akan saling memberi dan menerima cinta?


Mungkin setelah menulis ini diatas kepalaku sudah ada halo dan ditanya Tuhan Alam Semesta "mau mati kapan? kok kayaknya udah sok paham gitu sama idup?" ….. jawabku, "nanti - nanti deh Tuhan, lagi pengen beli mobil jeeeeee …. "

Friday, January 3, 2014

Monster in Law

Sewaktu bekerja dulu di salah satu hotel jaringan internasional bintang lima, aku adalah pegawai termuda di kantor eksekutif. Sebagian besar teman makan siangku ada yang hamil, sudah menikah, sudah beranak pinak, sudah selingkuh, sudah cerai, dan sudah tidak mau menikah lagi. Agak susah menelan setiap makan siangku ketika berkumpul dengan mereka dan bicara hal - hal pernikahan yang mana di benakku sempurna seperti dongeng anak kecil dan dihancurkanlah imajinasi itu oleh cerita mereka. Aku seperti dihadapkan pada Santa Claus itu tidak nyata dan dipaksa memahami. Sialan! menjadi dewasa itu memang jebakan.

Pembicaraan mengenai mertua tentunya merupakan topik hangat selain sex, anak, dan perselingkuhan. Semua teman makan siangku setuju bahwa mertua itu adalah monster berbalut sosok yang harus dihormati dan dituruti. Waktu itu sih aku hanya berbagi senyum karena aku tidak pernah berhubungan dengan orang tua pacar - pacarku jadi tidak tau rasanya menghadapi calon mertua. Lalu kemudian lebih pada menyangkal, masa ada sih mertua yang sampai segitunya memperlakukan menantu. Wah berarti kisah - kisah sinetron kacangan itu benar adanya. Pikirku waktu itu.

Ketika menikah, akupun juga lupa memperhitungan kebijakan keputusanku menikah untuk menghadapi mertua. Kupikir mertua adalah sebatas alih alih ketemu 6 bulan sekali dengan pencitraanku bagai praktisi hubungan masyarakat selama ini yang mampu mendamaikan setiap situasi menghadapi mereka. Gampang! suaraku hatiku begitu. Kalau tau situasi yang aku hadapi sekarang, pastinya 6 bulan lalu aku bilang sama suamiku "Sayang, kita lebih baik kumpul kebo aja!" hahahahaha

Ternyata keluhan mengenai mertua itu sama saja, hanya tingkat keparahannya berbeda - beda. Syukurlah mertuaku itu nilainya 6 dari 10 poin. Tingkat menjengkelkan, intervensi, intimidasi, dan pengaruh konvensionalnya itu masih dalam batas wajar menurut survey famili 100. Tapi….. ini rasanya nilainya 10 dari 10 poin untuk aku yang belum pernah menghadapi mertua dan memiliki latar belakang yang tidak seperti pada umumnya.

Yang membuat aku tertekan, depresi, dan muak dengan kehadiran mertua adalah sebatas karena aku dilahirkan dan dibesarkan dari keluarga demokrat. Ayah dan Ibu membesarkan aku dengan cara yang gampang, bebas dan bertanggung jawab. My parents was not taking my fierceness personally and never judging them as rebellion against them! mereka menerima aku sebagai anak mereka yang memang beginilah dan ini bukan tentang mereka, ini tentang anaknya.

Ternyata menghadapi mertuaku ini, aku harus berupaya merumuskan beberapa tips ampuh :

BERSYUKUR
Akkkk sialan juga yaaaa ini jawaban klise atas semua masalah diatas segala emosi dan murka aku! Ya sudah, aku berusaha bersyukur karena kalau 29 tahun lalu mereka tidak bercinta maka suamiku itu tidak hadir dimuka bumi ini. Peduli setan cara mereka mendidik anaknya tapi ada sikap - sikap suamiku yang pastinya bikin aku jatuh cinta.

JARAK
Aku tidak mau terlalu dekat dan tidak mau terlalu jauh. Aku tidak mau terlibat dalam urusan pribadi mereka untuk memudahkan aku menjauhkan urusan pribadi aku dan rumah tangga kami dari tangan mereka. Lebih penting lagi, sedikit bicara banyak tersenyum dan tenggak alkohol sebelum ketemu mereka. Ini memudahkan stabilitas emosi dan tekanan jiwa. Sedikit bicara juga membantu aksi menjaga jarak dan sulit didekati. Dengan demikian, hubungan akan terjaga harmonis dipermukaan dan penuh angkara dibelakang. Peduli setan sama yang dibelakang. hahahahaha

KEPUTUSAN
Nah, ini yang paling penting. Mertua tu kan ya alih alih ingin yang terbaik untuk anaknya. Menasihati dan sedikit memaksa untuk menuruti kehendak mereka. Tapiiiiiiii, yang terpenting adalah aku dan suamiku menerima masukan mereka dan mengambil keputusannya. Biasanya pergulatan suami istri itu terjadi ketika suami atau istri nya memihak orang tua mereka bukan pasangannya. Syukurlah suami aku punya cara yang seru untuk menghadapi orang tuanya yang mana mertua aku. Kita selalu nampak "ya iyalah" didepan mereka namun segala keputusan diambil atas mufakat aku dan suamiku saja. Tentunya disini aku juga harus obyektif ya! bukan karena aku sengit lalu semua nasihat mereka itu kuanggap dementor. Aku tetap bijaksana menyaring segala masukan yang diterima.

Contohnya begini :
Mertua : Kalian itu jangan merokok, itu tidak sehat.
Kami : ya ya yaya

Dibelakang mertua : kami sepakat untuk tetap merokok dan membersihkan puntung rokok sebelum mereka datang.

-----

Mertua : Kalian harus memanfaatkan waktu untuk bekerja sebaik mungkin untuk meningkatkan perekonomian rumah tangga.
Kami : ya ya ya ya

Dibelakang mertua : kami sepakat kalau mertua minta ketemu tapi kita tidak mau ketemu, kami beralasan bekerja untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

----

Mertua : ini ada es teler dan rendang enak
Kami : ya ya ya ya

Dibelakang mertua : kami harus obyektif, ini rendang dan es teler emang enak! hahahahaaha ya udah dimakan ajaaaa sihhhhhhh :)




Wednesday, December 11, 2013

Iya atau tidak?

Kemarin akhir pekan kami kedatangan mbah dukun. Aku dan suamiku seperti pasangan suami istri yang sedang kepayahan dan konsultasi kepada dukun. Kusebut mbah dukun karena dia adalah tempat belajar suamiku untuk memahami hidup hanya saja sekarang dia berubah dengan pengetahuan spiritual kejawen nya beserta batu akik dan argon serta ilmu pellet yang membuatku berkhayal dia seperti mbah dukun. Tapi tentu saja dia bukan dukun, karena kami tidak belajar cari pesugihan dari dia, kami hanya ingin berbagi cerita dan sedikit banyak memberi masukan dalam rumah tangga kami untuk memahami satu sama lain.

Aku terinspirasi salah satu kalimatnya, “kalau kamu menuntut kebenaran, kamu harus siap dengan jawabannya…” Betul juga pikiran dia, batinku dalam hati. Aku adalah anak yang dididik dan ditempa untuk sebuah keterbukaan dan diterima atas kebebasan tanggung jawab yang aku pilih. Itu sama aja aku berharap ketika aku tanya “aku cantik nggak?” dan aku berharap jawabannya “iya” tapi ternyata jawabannya “tidak”. Itu artinya aku harus menerima secara terbuka bahwa mungkin aku tidak naturally born beautiful, aku salah pake make up, atau selera orang yang bilang aku tidak cantik itu jelek hahahahaha ….

Satu hal yang mengusik antara aku dan suamiku itu adalah ketika dia menghindari untuk mengatakan sejujurnya agar supaya lawan bicaranya bahagia atas jawabannya. Sedangkan aku lebih suka orang berkata apa adanya menanggapi segala sesuatu meskipun nanti aku sedikit kesulitan untuk menerima jawaban yang tidak sesuai dengan harapanku atau sebagai bonusnya aku akan sangat bersyukur ketika jawabannya sepaham dengan pikiranku. Tapi, aku lebih suka tertantang untuk menanggapi respon yang kejujurannya terkadang tidak sepaham dengan pikiranku daripada selalu memenuhi apa yang aku inginkan padahal tidak sesuai dengan apa isi hatinya. Aku merasa dibohongi.

Akhirnya aku mengajak suamiku untuk menyampaikan isi hatinya. Sampaikanlah kalau masakanku tidak enak, aku sedang tidak menarik, aku menyebalkan, aku salah menilai sesuatu, aku tidak suka ini, aku tidak suka ini, aku suka itu , atau aku suka ini. Nantinya kita akan berkompromi ketika sedang berupaya memahami sebuah respon untuk nantinya kita bisa saling menerima dan memahami.


Satu contohnya adalah semalam ketika aku mencoba resep baru memasak Tagliatelle Alfredo. Tentu saja ini susah dimasak dan aku minta pendapat suamiku. Dia suka ketakutan kalau komentar bahwa masakannya kurang enak. Tapi semalam dia keren banget dan bisa bilang apa adanya kurang manis masakannya. Lalu aku pasti ada momen manyun sesaat (karena merasa aku belum bisa jadi Jamie Oliver hihihi) tapi aku langsung gegap gempita memperbaiki rasa masakan itu atas masukan suamiku. Apa hasilnya, kami makan dengan lahap atas rasa yang pas penuh cinta kasih dengan bumbu saling memahami dan menerima …… *elus elus perut

Wednesday, September 18, 2013

Indefinite, Indescribable, and then Complicated Relationship


It was yesterday when friends of my brother visited us. They were excited to meeting my mom as she was known as a Tarot reader. Despite the result from Tarot reading, I was interested to share more about relationship inspired by their stories. (of course love story is still being the most unclear thing that persons would die to know the answer).

When we fall for someone we really want to live with and the universe do not conspires to get that “wanted man” instead of suggesting others whom we might not really interested in. *sigh.

Before I finally decided to get married, my husband is not my 100% type of the guy I want to live with. There is this guy I’ve once dated, I call him my guidance whose his presence is my savior to face this life as he is so mature, settle, understand my problems, knows how to cheer me up, nice person to talk and to laugh with, same interest with everything I like … but then the universe speak different.

Then I realize that it is not the way we perceive our lifetime friends vs. our part time partner. When I can not push the universe to fulfill everything I want but to accept that no matter what happen as my wish or not is the thing I might need but I just about not yet to understand.

My husband? Oh of course he is finally the one I can accept and being grateful of his presence teach me a lot about life and love. He is just more than what I want. He teach me to share a life, to accept myself, to trust, to embrace sincere love, to live simply, and to appreciate myself that I deserve to be loved, the most important thing is that he is to one who fight for me and for us being together.

So there is no indefinite, indescribable, yet complicated relationship. It’s just persons we must fortunately meet to understand life more and further more. In life we just learn that some stay, some aren’t, some teach us to let go, some teach us to appreciate present of life. Just let’s walk .. worry nothing and things will be just fine . Have faith that things will work out, maybe not how you planned but just how it’s meant to be.


Ps: in life, I’ve dated more than 15 guys. Some are quite serious, some are fun, some are me being reckless. But then in time I didn’t bother myself being single and planning to hit “Bank Sperm” *hahahah … The universe had another beautiful plan of me meeting my husband … The one I will spend the rest of my life to understand why I need this guy *hihihihi … 

Saturday, September 14, 2013

Lomba Lari

Si Gaya dan si Pino sedang mengikuti lomba lari.
Si Gaya terjatuh dan si Pino menoleh ... pino berujar memberi semangat supaya Gaya bisa berlari lagi ...

Bukan itu yang Gaya inginkan dan dirasa ia butuhkan saat ini.

Dia berharap Pino menarik tangannya supaya memudahkan Gaya berdiri dan berlari lagi.


Kemudian Gaya pun berusaha berpangku pada kakinya dan berusaha berdiri sendiri meski tak semudah ketika ada yang menarik tanganya sambil berujar "It's oke ... run with me"






32 Celcius Degree Sunday
Planning to finish my Vodka Tonight

Tuesday, September 3, 2013

E.N.O.U.G.H!!!!!!!!!


For my other half, other blood, and other surround in ups and downs


Sudah tiga malam ini aku terbangun tengah malam, mimpi – mimpiku konyol sih suatu waktu mimpi tetanggaku alien, lain waktu mimpi Obama njemput salah satu mentri yang lagi jalan kaki, pernah juga mimpi gendong bayi yang tumbuh besar tiap menit. Hanya saja ada yang mengusik tidurku setiap malam itu, hatiku seperti dipijit – pijit sakit dan menyesakkan ulu hatiku. Kenapa ini? Pikirku malam itu sampai kemudian semua pikirku kembali pada masa lalu yang berat, sakit, dan menyedihkan. Kenapa pikiran itu datang lagi??? Teriakku dalam hati karena tidak mungkin aku teriak malam – malam karena suamiku akan terbangun.

Sudah lelah aku akan mereka yang menasehati bahwa yang aku alami ini belum seberapa, masih tampak cemen, tidak seharusnya diratapi, dan sudah seharusnya ditinggalkan. Mudah gundulmu! Begitu umpatku!! Buktinya ini mengganggu kinerjaku dan aku semakin kuatir ini mengganggu pikiran suamiku melihat istrinya suka sinting nangis sendiri. Mungkin ini juga tidak seberapa depresinya seperti Angelina Jolie yang sampai kurus kering karena stress (oh I wish I can get skinnier too, still with big boops I have) Lalu ini semua apa???!!! Aku harus bagaimana???

Lelah aku bertanya dan aku harus menemukan solusinya. Melalui skype aku menghubungi salah satu sahabat yang punya latar belakan psikologi, dan mungkin memang aku butuh head shrinker saat ini. Mulailah aku berkonsultasi padanya.

RASA
Itu pertanyaan pertamanya, apa yang aku rasakan. Aku merasa aku punya kecemasan akan ketidak percayaan dan hal buruk akan terjadi. Aku takut sakit, takut dikhianati, takut dibohongi takut ditinggalkan, dan takut segalanya hancur berantakan (lagi).

MASA LALU
Aku mulai menjelaskan masa lalu yang sakit ketika aku menemukan orang yang aku percayai mengkhianati aku, ayahku dan mantan kekasihku. Dua sosok yang seharusnya dan sewajarnya pada kehidupan social yang normal adalah tempat aku berlindung dan percaya. Tempat utama yang bisa membuat pernyataan “seglanya akan baik – baik saja” dan hidup kemudian terasa lebih mudah. Namun ternyata alam semesta punya rencana lain. Aku terpaksa harus berdiri dan berpaku sendiri dalam sakit dan kehilangan kepercayaan juga apatis akan rasa.

DIRI SENDIRI
Bagaimana aku melihat diriku? Ya aku benci dengan diriku, menyalahkan diriku, bahwa segala yang terjadi itu semua salahku. Coba aku dulu begini, coba aku dulu begitu, dan semuanya pasti akan baik – baik saja. Aku tidak percaya pada diriku sendiri, aku benci pada diriku sendiri, aku lebih baik mati karena hidup juga tak ada untungnya. Aku juga tidak minta untuk hidup, aku hanya tidak sengaja jadi lahir. Aku tidak pernah melihat hidup sebagai berkah, hanya beban saja yang harus kutanggung dan cari akal untuk untuk membunuh waktu sampai mati, kalau bisa dipercepat. Aku tidak menghargai hidupku SAMA SEKALI!

SIAPA MASA LALUMU?
Aku ditanya, masa laluku itu spion atau truk besar yang membuntuti. DEMENTOR! Begitu jawabku… karena masa laluku menyedot segala rasa syukur dan bahagiaku di saat ini. Kemudian aku ditanya, bagian apa dalam masa laluku yang membuat aku bahagia. Sempat aku bingung sesaat, mungkin karena pikirku penuh dengan amarah dan sakit, sampai tak kutemukan. Pastinya ada yang membuatku bahagia, little heaven (itu bagaimana aku menyebut kamar kecilku di rumah yang lama), pengalaman karirku, teman, makanan yang pernah aku icipi, dan tempat – tempat yang pernah aku kunjungi. Setidaknya ada yang indah J

HADAPI ATAU ENYAH
Kupikir aku selama ini menghadapi, tapi ternyata ada kesibukan dan pengalihan perhatian yang membuatku lebih ke mengenyahkan daripada menghadapi. Sibuknya pekerjaanku dulu, teman main, pacar – pacar absurd yang tidak aku cintai, harta benda, kesuksesan, dan itu semua mengalihkan perhatianku dari masa lalu yang sakit itu. Kemudian kurasa aku sembuh, namun ternyata belum.

Kenapa pikiran itu datang lagi menghantui? Ternyata itu karena aku seloooooooo …. Aku punya banyak waktu luang untuk  melamun, dan ingatan itu kembali menghantui. Aku mulai mencoba jatuh cinta, jadi itu merupakan ancaman untuk sakit lagi. Aku menghadapi dua jenis sosok yang dulu pernah mengkhianati kepercayaan, bekerja dengan ayahku dan memutuskan jatuh cinta kepada suamiku. Ketika bantalku penuh airmata tiap malam, berbanding terbalik dengan bantal suamiku yang mungkin penuh dengan iler. Aku sering menangis diam – diam, kadang didepan suamiku. Aku ingin teriak, tapi aku takut didatangi tetangga kompleks. Kemudian aku memilih untuk diam.

Sahabatku yang sedang kujadikan pembimbing konselingku ini mengajakku untuk menyembuhkan sakitku, bukan untuk mengenyahkan dari pikirku, untuk menghadapi bukan untuk berlari. Menurutnya, momen dimana aku seloooooo tanpa karir dengan tekanan yang biasa aku hadapi ini adalah tepat untuk merefleksikannya, menghadapi, dan mencoba untuk berdamai dengan diriku sendiri.

Caranya?????? Demikian teriakku dan pasti yang lain yang mungkin yang berharap dan yang putus asa mencari jawaban.

Bekerja sama dengan suamiku, itu yang paling penting, karena hanya dia yang ada disampingku dan melihatku dengan cara yang berbeda. Karena masa laluku sama pentingnya untuknya dan juga masa lalunya sama pentingnya untuk ku. Yang jelas aku harus meyakinkan suamiku aku tidak sinting, aku sedang menghadapi masa laluku.

Pada detik – detik dementor masa lalu itu datang, aku hanya perlu menikmati sakitnya sampai aku tidak tahan, efeknya bisa menangis, teriak, dan muntah. Tapi itu harus dikeluarkan dan harus disampaikan. Karena nantinya entah kapan, suatu saat nanti, ketika masa lalu itu datang, aku bisa bilang itu kenangan, bukan dementor.

Jadi ketika yang lain mungkin ingin melakukan yang sama tapi ngga punya suami. Kamar mandi, air gemericik, aromatherapy, hardbeat song, dan chocolate, bisa membantu untuk menangis, teriak, dan berdamai dengan masa lalu. Tingkatkan serotonin, mari bunuh trauma sama – sama, nikmati hari ini, dan berbagi cinta (bukan berbagi bercinta, itu beda!!)


Untuk sahabatku, @adelaksmi … terima kasih untuk waktunya  pagi – pagi disela kesibukanmu untuk menjawab skype ku. Terima kasih kala dulu pintu kantormu yang selalu aku buka dengan paksa, dan aku tutup, sebagai tempat aku menangis, mencurahkan bebanku, dan tidak pernah melihat aku sinting. I thank you full!

Monday, September 2, 2013

Benteng Putri Raya


Adalah Putri Raya, demikian ayahnya memberi nama kelak dia akan menjadi yang maha mengerti seisi jagat raya ini. Putri Raya, sebagaimana seorang putri… begitulah kehidupan seorang Putri, klise dengan segala senang dan riangnya. Sehari – harinya dihabiskan bermain – main dengan kesenangannya, bersama sahabatnya, Peri Pine.

Sampai pada suatu hari, kerajaan Putri Raya diserang musuh dan disaat yang sama, sahabat Putri Raya memilih untuk pergi dan meninggalkan Putri Raya. Seperti malam yang tidak ada akhirnya, hanya kesedihan yang dirasakan. Kerajaan tempat Putri Raya bermain, tak lagi menjadi Istana yang indah, taman yang indah pun tak lagi menjadi favorit untuk duduk dan memandang alam semesta. Tidak ada lagi tawa dan senyum di wajah Putri Raya, sungguh menyedihkan mengingat Putri Raya sangatlah ceria dan penuh canda. Kehadirannya selalu memberi kebahagiaan dayang – dayang, pujangga kerajaan, juga rakyat sekitarnya.

Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Raja Kum, melihat putrinya demikian, terlebih kerajaannya pun juga terkalahkan musuh. Selain prihatin atas kondisi kerajaan dan rakyatnya, tentu saja kesedihan Putri Raya menjadi perhatian utama Raja Kum. Sudah berhari – hari Putri Raya tidak menyuapkan makanan favoritnya, tidak mau keluar kamar, dan masih tak ada senyum diwajahnya. Raja Kum yang putus asa bertanya kepada Putri Raya, “apa yang bisa aku lakukan untuk menyudahi sedihmu, putriku?” dan tak lama kemudian Putri Raya menyahut lirih “Aku hanya tidak ingin merasa sedih yang sesakit ini, Ayahanda”

Maka dibangunnya lah kerajaan berbenteng tinggi dan tebal oleh Raja Kum, lengkap dengan dayang – dayang dan binatang – binatang kesukaan Putri Raya, tentu saja dihiasi dengan taman yang indah untuk tempat favoritnya, menikmati alam semesta. Dengan demikian, harapnya … Putri Raya tidak akan merasa sakit akan sedihnya lagi.

Pada suatu hari, Pangeran Daman sedang berburu di hutan. Sedikit jauh dari wilayah kekuasaan kerajaannya sampai keasyikannya berburu membuatnya tak sengaja menemukan bangungan mirip dengan istana, dengan benteng yang besar dan tebal, nyaris menutupi isi bangunan itu. Dari luar lamat – lamat Pangeran Daman hanya mendengar senandung gadis – gadis dengan suara merdu, dan gelak canda tawa yang lirih dari dalam bangunan kastil nan megah itu.

Sama sekali tidak ada celah yang memungkinkan Pangeran Daman untuk masuk, dan benteng yang kokoh itu juga tidak memungkinkan untuk ditembus. Maka ditulisnya dalam secarik kertas dan dilemparkannya kedalam benteng tersebut dengan harapan, akan sebuah jawaban.

Putri Raya saat itu yang sedang bercerita, bernyanyi, dan bercanda bersama dayang – dayang, terkejut melihat ada bongkah batu yang ditutup kertas jatuh dari atas. Pelan – pelan Putri Raya membuka kertas itu dan membaca pesan disitu. Penuh rasa takut, merasa terancam, dan kuatir aka nada serangan dari luar, Putri Raya melihat tulisan sapaan dari Pangeran Daman menanyakan siapa gerangan yang ada didalam dan memuji senandung lagu yang dinyanyikan Putri Raya bersama dayang – dayang. Sedikit ragu, Putri Raya mengambil pena dan menuliskan balasan kertas itu, memperkenalkan dirinya, dan mengucapkan terima kasih atas pujian yang diberikan.

Ternyata percakapan unik itu mengawali pertemanan pertama kali Putri Raya dengan Pangeran Daman setelah mengurung diri selama ini. Sampai pada akhirnya Pangeran Daman, meminta Putri Raya untuk membuka benteng kokoh itu dan membiarkan Pangeran Daman untuk masuk. Putri Raya dengan lembut menjelaskan ketakutannya akan dunia diluar, dengan rasa sakit akan sedih, dan bagaimana benteng kokoh ini dibangun untuk menghalau ketakutannya itu oleh Raja Kum, sang Ayah.

Tidak menyerah, demikian Pangeran Daman membalas pernyataan Putri Raya, menceritakan betapa indahnya dunia diluar benteng kokoh itu dan rasa sakit akan sedih itu hanya bagian dari perjalanan yang akan mengindahkan hidup. Dengan itu Pangeran Daman berjanji menunjukkan kesetiaannya kepada Putri Raya, menjanjikannya kebersamaan dengan mencoba sendiri menggempur benteng yang kokoh itu. Tentu saja hal ini menjadi ancaman untuk Putri Raya, meski disisi lain dia merasa bahagia atas kehadiran Pangeran Daman menjadi sahabat yang menyenangkan, namun ketakutannya tak terbendung juga mengkhuatirkan apa yang akan terjadi nanti.

Selama Pangeran Daman berupaya menggempur benteng yang kokoh itu, tak hentinya mereka saling bercerita, saling meyakinkan dan menguatkan, bahwa segalanya akan indah sampai nanti mereka akan bertemu. Putri Raya dengan sabar, mencoba merelakan benteng yang kokoh itu runtuh perlahan dan mempersiapkan hatinya untuk segera bertemu pangeran Daman untuk dapat bersama menikmati tantangan hidup. Dalam hati Putri Raya berpikir, jika memang Pangeran Daman berhasil menggempur benteng itu, maka laiklah ia mendapatkan hati dan kepercayaan Putri Raya.

Pastinya lah ada rasa lelah dan keinginan untuk menyerah dibenak Pangeran Daman, namun niatnya tak mengalahkan dua hal itu. Sampai pada batu terakhir yang membatasi dia dan Putri Raya, akhirnya Pangeran Daman berhasil menembus benteng yang kokoh itu. Keyakinannya terjawab karena Putri Raya pun dengan setia menunggunya selama merobohkan benteng itu. Paras dan senyumnya serta pancaran kebaikannya sudah cukup menghilangkan peluh dan lelah Pangeran Daman.




I hope, one day you'll understand as me trying to understand
for there is no one can replace another anyone
for when there is no hope for tomorrow, I must myself embrace the morning
for the loved once and and the hatred
for the hurt and the cure
for doing not for promises