instagram

Pages

Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

Monday, February 23, 2015

Paman Ngemal  Bibi Ngemil

Seperti layaknya fase hidup, ada suatu momen dimana kita mulai pindah dari tempat bujang kita kemudian menyatu bersama pasangan dalam bahtera rumah tangga baru *halah … Nah, berawal dari ide ini dan bagaimana bahagianya saya menemukan pasangan hidup yang mendukung hobi traveling, eating, sharing, and cooking kami kemudian mulai mendokumentasi perjalanan kami dari cerita - cerita tersebut. Karena suka bilang, "ayo ngemil!" tanpa kenal waktu dan selalu punya stok camilan di keranjang piknik kami, maka jadilah dia Paman Ngemal dan aku Bibi Ngemil ….. lalu kami sebut seluruh dokumentasi perjalanan dan hobi kami NgemalNgemil.

Senang rasanya ketika mulai memberi referensi perjalanan, makanan, resep masakan, sharing hidup, dan beberapa tulisan inspiratif lainnya, kami mendapat tanggapan positif dari teman - teman semua. Mulai dari yang kemudian mencurahkan isi hatinya, mencoba resep masakan, mendapatkan ide kencan dengan kecengan baru nya, mencoba kuliner ini itu, dan mulai memberi semangat kami untuk terus berbagi. Harapan kami, Paman Ngemal dan Bibi Ngemil, adalah … kami ingin wadah www.ngemalngemil.wordpress.com ini menjadi tujuan teman - teman semua untuk memberi referensi rasa, cinta, dan rock n roll :)

Let's move to our new house




Monday, August 11, 2014

Dear Baby Moses : Seharusnya Aku Hamil


amandakeeysphotography.com
Karena kejadian mengejutkan karena kaki saya diinjak teman yang sedang hamil supaya ketularan dan bagaimana saya berdecak kagum ketika mengelus perutnya dan adik bayi bergejolak, saya memutuskan membuat satu label baru bertajuk family. Disini saya akan mulai menulis semua curahan pikiran akan keputusan saya untuk memiliki keturunan atau tidak, berhasil atau tidak, bagaimana ceritanya dan manfaatnya untuk wanita - wanita lain yang punya keraguan banyak seperti ini. Saya akan mencoba bercerita kepada Baby Moses (nama harapan aku dan suamiku jika suatu hari nanti kami siap memiliki momongan) tentang apa yang sedang saya lalui saat ini dan semoga suatu saat nanti Baby Moses akan ikut membaca dan melihat bagaimana perjalanan Bapak Ibunya mempersiapkan semuanya.

Tuesday, September 3, 2013

E.N.O.U.G.H!!!!!!!!!


For my other half, other blood, and other surround in ups and downs


Sudah tiga malam ini aku terbangun tengah malam, mimpi – mimpiku konyol sih suatu waktu mimpi tetanggaku alien, lain waktu mimpi Obama njemput salah satu mentri yang lagi jalan kaki, pernah juga mimpi gendong bayi yang tumbuh besar tiap menit. Hanya saja ada yang mengusik tidurku setiap malam itu, hatiku seperti dipijit – pijit sakit dan menyesakkan ulu hatiku. Kenapa ini? Pikirku malam itu sampai kemudian semua pikirku kembali pada masa lalu yang berat, sakit, dan menyedihkan. Kenapa pikiran itu datang lagi??? Teriakku dalam hati karena tidak mungkin aku teriak malam – malam karena suamiku akan terbangun.

Sudah lelah aku akan mereka yang menasehati bahwa yang aku alami ini belum seberapa, masih tampak cemen, tidak seharusnya diratapi, dan sudah seharusnya ditinggalkan. Mudah gundulmu! Begitu umpatku!! Buktinya ini mengganggu kinerjaku dan aku semakin kuatir ini mengganggu pikiran suamiku melihat istrinya suka sinting nangis sendiri. Mungkin ini juga tidak seberapa depresinya seperti Angelina Jolie yang sampai kurus kering karena stress (oh I wish I can get skinnier too, still with big boops I have) Lalu ini semua apa???!!! Aku harus bagaimana???

Lelah aku bertanya dan aku harus menemukan solusinya. Melalui skype aku menghubungi salah satu sahabat yang punya latar belakan psikologi, dan mungkin memang aku butuh head shrinker saat ini. Mulailah aku berkonsultasi padanya.

RASA
Itu pertanyaan pertamanya, apa yang aku rasakan. Aku merasa aku punya kecemasan akan ketidak percayaan dan hal buruk akan terjadi. Aku takut sakit, takut dikhianati, takut dibohongi takut ditinggalkan, dan takut segalanya hancur berantakan (lagi).

MASA LALU
Aku mulai menjelaskan masa lalu yang sakit ketika aku menemukan orang yang aku percayai mengkhianati aku, ayahku dan mantan kekasihku. Dua sosok yang seharusnya dan sewajarnya pada kehidupan social yang normal adalah tempat aku berlindung dan percaya. Tempat utama yang bisa membuat pernyataan “seglanya akan baik – baik saja” dan hidup kemudian terasa lebih mudah. Namun ternyata alam semesta punya rencana lain. Aku terpaksa harus berdiri dan berpaku sendiri dalam sakit dan kehilangan kepercayaan juga apatis akan rasa.

DIRI SENDIRI
Bagaimana aku melihat diriku? Ya aku benci dengan diriku, menyalahkan diriku, bahwa segala yang terjadi itu semua salahku. Coba aku dulu begini, coba aku dulu begitu, dan semuanya pasti akan baik – baik saja. Aku tidak percaya pada diriku sendiri, aku benci pada diriku sendiri, aku lebih baik mati karena hidup juga tak ada untungnya. Aku juga tidak minta untuk hidup, aku hanya tidak sengaja jadi lahir. Aku tidak pernah melihat hidup sebagai berkah, hanya beban saja yang harus kutanggung dan cari akal untuk untuk membunuh waktu sampai mati, kalau bisa dipercepat. Aku tidak menghargai hidupku SAMA SEKALI!

SIAPA MASA LALUMU?
Aku ditanya, masa laluku itu spion atau truk besar yang membuntuti. DEMENTOR! Begitu jawabku… karena masa laluku menyedot segala rasa syukur dan bahagiaku di saat ini. Kemudian aku ditanya, bagian apa dalam masa laluku yang membuat aku bahagia. Sempat aku bingung sesaat, mungkin karena pikirku penuh dengan amarah dan sakit, sampai tak kutemukan. Pastinya ada yang membuatku bahagia, little heaven (itu bagaimana aku menyebut kamar kecilku di rumah yang lama), pengalaman karirku, teman, makanan yang pernah aku icipi, dan tempat – tempat yang pernah aku kunjungi. Setidaknya ada yang indah J

HADAPI ATAU ENYAH
Kupikir aku selama ini menghadapi, tapi ternyata ada kesibukan dan pengalihan perhatian yang membuatku lebih ke mengenyahkan daripada menghadapi. Sibuknya pekerjaanku dulu, teman main, pacar – pacar absurd yang tidak aku cintai, harta benda, kesuksesan, dan itu semua mengalihkan perhatianku dari masa lalu yang sakit itu. Kemudian kurasa aku sembuh, namun ternyata belum.

Kenapa pikiran itu datang lagi menghantui? Ternyata itu karena aku seloooooooo …. Aku punya banyak waktu luang untuk  melamun, dan ingatan itu kembali menghantui. Aku mulai mencoba jatuh cinta, jadi itu merupakan ancaman untuk sakit lagi. Aku menghadapi dua jenis sosok yang dulu pernah mengkhianati kepercayaan, bekerja dengan ayahku dan memutuskan jatuh cinta kepada suamiku. Ketika bantalku penuh airmata tiap malam, berbanding terbalik dengan bantal suamiku yang mungkin penuh dengan iler. Aku sering menangis diam – diam, kadang didepan suamiku. Aku ingin teriak, tapi aku takut didatangi tetangga kompleks. Kemudian aku memilih untuk diam.

Sahabatku yang sedang kujadikan pembimbing konselingku ini mengajakku untuk menyembuhkan sakitku, bukan untuk mengenyahkan dari pikirku, untuk menghadapi bukan untuk berlari. Menurutnya, momen dimana aku seloooooo tanpa karir dengan tekanan yang biasa aku hadapi ini adalah tepat untuk merefleksikannya, menghadapi, dan mencoba untuk berdamai dengan diriku sendiri.

Caranya?????? Demikian teriakku dan pasti yang lain yang mungkin yang berharap dan yang putus asa mencari jawaban.

Bekerja sama dengan suamiku, itu yang paling penting, karena hanya dia yang ada disampingku dan melihatku dengan cara yang berbeda. Karena masa laluku sama pentingnya untuknya dan juga masa lalunya sama pentingnya untuk ku. Yang jelas aku harus meyakinkan suamiku aku tidak sinting, aku sedang menghadapi masa laluku.

Pada detik – detik dementor masa lalu itu datang, aku hanya perlu menikmati sakitnya sampai aku tidak tahan, efeknya bisa menangis, teriak, dan muntah. Tapi itu harus dikeluarkan dan harus disampaikan. Karena nantinya entah kapan, suatu saat nanti, ketika masa lalu itu datang, aku bisa bilang itu kenangan, bukan dementor.

Jadi ketika yang lain mungkin ingin melakukan yang sama tapi ngga punya suami. Kamar mandi, air gemericik, aromatherapy, hardbeat song, dan chocolate, bisa membantu untuk menangis, teriak, dan berdamai dengan masa lalu. Tingkatkan serotonin, mari bunuh trauma sama – sama, nikmati hari ini, dan berbagi cinta (bukan berbagi bercinta, itu beda!!)


Untuk sahabatku, @adelaksmi … terima kasih untuk waktunya  pagi – pagi disela kesibukanmu untuk menjawab skype ku. Terima kasih kala dulu pintu kantormu yang selalu aku buka dengan paksa, dan aku tutup, sebagai tempat aku menangis, mencurahkan bebanku, dan tidak pernah melihat aku sinting. I thank you full!

Tuesday, July 9, 2013

Baby Moses

Are you ready? or you just want it?


Begitu tanyaku pada Mustafa suatu pagi. Beberapa kali aku merasa Mustafa hanya ingin punya anak, tapi belum siap punya anak. Ternyata Mustafa punya pemikiran yang amat seru dan sangat serius menanggapi pertanyaanku itu. He is really a husband I can rely on and compromise with .... *kecup kecup. Akhirnya kami hari ini punya kesepakatan yang realistis dan tetap religius. Ini merupakan suatu pencapaian ya mengingat kami berdua bukan orang yang religius. Kami sepakat untuk lebih mempersiapkan lagi segalanya semampunya namun tidak menolak titipan alam semesta dan empunya kehidupan untuk membesarkan buah hati dengan baik dan benar sesuai kapasitas kami saat ini.

Bahwasanya, aku ini suka mengumpat pasangan yang beranak pinak tapi tidak realistis. Beranak diluar pernikahan satu contohnya, beranak tapi tidak bisa membiayai anaknya adalah hal lain, dan beranak pinak tapi tidak tahu sama sekali cara mendidik dan membesarkan anak itu parah lagi, dan begonya lagi punya anak karena tuntutan status sosial dan kesempurnaan sebagai seorang wanita, parahnya lagi beranak trus cerai trus rebutan anak *whatta drama! Dulu aku pernah mengumpat pada seorang ibu ketika memukul keras anaknya yang menangis karena minta dibelikan ice cream. Entahlah itu anaknya yang 'out of order' atau ibunya yang sinting ... "Dasar!!!! bagian bikin anak aja ah uh ah uh menikmati, sekarang punya anak main pukul kayak orang ngga berpendidikan..." Aku yakin ibu itu pasti marah mendengar kecamanku yang frontal dan keji itu, tapi itu betul ... It was so pathetic! Soal yang ini aku yakin betul, anak itu bisa diajak berkomunikasi, meskipun itu masih dalam bentuk janin. Percayalaahhh jamaahhh percayalah .....

I want

Yeah, I want our baby made by Mustafa and Musdalifah's best making love into a bundle of joy! Kami juga sudah memikirkan sebuah nama Baby Moses dan berharap dia akan jadi anak lelaki kami. Entah kenapa kami inginnya lelaki, jantan! (penekanan kata jantan harus diperlukan di abad ini).

Kami juga punya bayangan betapa seru dan meriahnya rumah kami kalau ada Baby Moses, dengan keributan tangis dan tawanya, hebohnya gantiin popok, pusingnya menidurkan, dan siskamling tiap malam. Kami yakin Baby Moses akan jadi wadah cinta kasih kami suatu hari nanti.

We are not ready yet we shall and will prepare

Belum, kami belum siap. Rumah tangga kami masih anyar gressss ... Kami lagi suka - sukanya pacaran karena kami belum pacaran sejak memutuskan menikah. Berdua kami masih merokok dengan kencangnya dan hidup sesuka - sukanya. Kami punya simpanan, tapi pengeluaran kami BEP dengan penghasilan kami, alias kami belum bisa menabung dengan layak. Singkatnya kami punya idealisme untuk mempersiapkan kehadiran Baby Moses.

Apakah kami menolak rejeki atau titipan dari alam semesta dan empunya kehidupan? tentu tidak ...
Kami akan menerima dengan senang hati kapan saja Baby Moses atau Baby Girl jika memang itu sudah saatnya dan kami akan berusaha sebaik mungkin memberikan yang terbaik untuk tumbuh kembangnya.

Ya tapinya kalau dikasih kesempatan untuk mempersiapkan Baby Moses, kami akan lebih senang lagi karena kami pastinya pengen Baby Moses pakai baju keren - keren biar ngga malu - maluin kalau dibawa reunian... hahahah ... . Karena kami yakin setiap orang tua (yang waras) pasti punya harapan terbaik untuk buah hatinya, seperti kami ingin Baby Moses itu nanti sehat, utuh, ganteng, cerdas, genetically great!, baik hati, tidak sombong, mau bekerja keras, sayang orang tua, dan harapan - harapan lainnya *biggrin!


Friday, June 21, 2013

Menua Bersama Mustafa!

Jadi sejak hari Sabtu, 8 Juni 2013 kemarin itu akhirnya Musdalifah punya temen hidup, namanya Mustafa. Gegap gempita pernikahan mereka itu dilalui dengan proses yang panjang, rumit, tapi lancar berkat penyelenggaraan alam semesta dan illahi *hidih ... ya tapi toh nyatanya lancar, jadi Musdalifah sering sekali komat - kamit mengucap rasa syukur mulai dari tenggat waktu yang mepet untuk surat ijin kevikepan untuk keperluan pemberkatan yang akhirnya dilancarkan, baju resepsi yang baru datang 3 hari sebelum hari H namun hasilnya memuaskan, bahkan sampai celana dalam impor Musdalifah yang terpaksa dilempar ke loteng untuk menghentikan hujan (kalau untuk ini Musdalifah sangat bersyukur karena menurut mitos hanya celana dalam perawan yang bisa menghentikan hujan, namun demikian halnya hujan tetap berhenti ... *uuwyeeahhhh) <-- jadi pencitraan Musdalifah yang bersih itu yang dia syukuri ... termasuk wangi melati yang semerbak karena konon katanya kalau tidak wangi, tidak perawan.





Menjalani kehidupan sebagai teman hidup Mustafa, Musdalifah jauh dari sosok istri yang selama ini digambarkan dalam kisah - kisah legenda atau sinetron. Pagi hari, biasanya Musdalifah menyiapkan kopi dan rokok, karena memang begitu ritualnya selama ini, lalu kemudian membangunkan Mustafa sambil bercanda sebentar... biasanya kebablasan karena pada dasarnya mereka berdua makhluk yang enggan beranjak terlalu cepat dari tempat tidur. Sarapan? mmmmm tergantung kondisi, kalau ada ya ada kalau nggak ya nggak ada. Makan siang Mustafa pun seadanya, pernah sekali Musdalifa memasak tapi kemudian enggan dan hanya menjejalkan apel kedalam tas Mustafa. Untuk urusan cincin kawin, mereka masih suka lupa mengenakan, namun berusaha mengingatnya sebelum berangkat kerja. Sore harinya, tetap dengan tawa yang renyah dan selalu bercanda, Musdalifah dan adiknya menyambut Mustafa pulang ke rumah. Terkadang mereka makan bersama, kadang tidak, atau bisa langsung ke kamar untuk menonton TV dan menyambut kantuk.

Look at Mustafa's Limited Edition Reebok
ala ala Justin Bieber Shoes ... :)


Mustafa pun juga jauh dari sosok bapak - bapak atau suami kebanyakan. Gayanya simpel seperti anak muda dengan sepatunya yang aneh - aneh. Kaos dan jeans adalah seragam wajibnya setiap hari. Kekanak - kanakan juga menguatkan karakter Mustafa. Hanya saja, kalau mengenal Mustafa lebih jauh, dia orang yang diam dan tegas, ringan tangan kalau dimintai bantuan, caranya bicara selalu tenang dan apa adanya, tidak pernah menuntut, hangat dan penuh cinta. Jadi dibalik gayanya yang seperti Justin Bieber, Musdalifah tetap selalu bisa berkompromi bersama Mustafa.

Jadi, ketika Musdalifah dan Mustafa menerbangkan 'lantern of hope' pada acara resepsi pernikahan mereka, berikut doa Musdalifah ... " Terima kasih Alam Semesta dan Tuhan yang aku puji dengan caraku, sekarang aku punya sahabat seumur hidup terbaik melebihi harapanku selama ini "

Lantern of Hope - Saturday, June 8, 2013







Monday, January 7, 2013

Oh Shyut! Happy Anniversary!

Mommyta : Aku pengen cerai dari Papa | Me : Ya sudah, cerai saja asal kalian bahagia
- April, 2010 -

Bu, ingatkah dirimu hari itu. Ketika semesta sedang tidak berpihak pada kita dalam sisi yang baik namun sebetulnya jika dirimu mau melihat lebih dalam lagi, semesta sungguh sangat mencintai kita karena membantu kita untuk mengingat kembali dari sebuah kelupaan. Lupa akan sebuah makna, yang mereka sebut kehidupan.

Sebenarnya aku lupa Bu, kalau tahun baru kemarin itu perayaan 28 tahun perkawinanmu. Mungkin karena aku terbaring sakit dan aku jadi semacam lupa *mulai cari alasan*. Dari perkawinanmu aku banyak belajar bu, sungguh...

Entah apa yang aku pelajari, namun bukan seperti statement yang pernah kita perbincangkan di suatu perjalanan pagi diatas. Aku tidak belajar untuk meninggalkan, aku tidak belajar untuk berlari dari masalah, aku belajar akan sebuah kesetiaan, aku belajar untuk mencintai, dan aku belajar untuk sebuah komitmen, kemudian nantinya aku belajar terus sampai suatu saat nanti aku hanya akan tersenyum mengingat suatu hari aku melihat wajahmu dan Bapak, wajah sebuah ketulusan.

Selamat hari jadi perkawinan ya!
28 tahun bukan sebentar tapi bukan juga sudah usai dan seperti yang diingatkan semesta padaku hari ini, bu... bahagia itu  bukan tujuan, melainkan perjalanan itu sendiri.


Tuesday, November 27, 2012

Rangkuman

Karena ketika aku dulu jatuh, ketika hidup seakan tidak perlu dipertahankan, kemudian aku membunuh Amirta. Nama yang diberikan orang tuaku, artinya "hati" dari kata "amor". Aku juga membunuh masa laluku, masa - masa aku menjadi Amirta. Kemudian aku lahir menjadi Stella, nama yang diberikan dengan arti "bintang" simbol akan sebuah mimpi dan tujuan. Aku hanya melakukan tujuan hidupku tanpa melibatkan hati.

Hari ini, aku harus "niat", harus "semeleh", dan aku harus ingat si empunya kehidupan. Bahwa ujian selanjutnya yang harus aku hadapi adalah untuk menjadi STELLA AMIRTA. Menyelaraskan hati dan tujuan hidupku dengan selalu bersyukur pada empunya kehidupan.

The art of letting flow
Lepaskan! aku termasuk anak muda yang penuh ambisi dan keras (harusnya cukup cerdas juga). Tapi aku tidak boleh lupa untuk melepaskan, untuk bisa membiarkan hidup mengalir. Karena seberapapun rencana dan harapanku, tidak selalu sesuai dengan si empunya hidup.

Nawaitu
HIDUP itu niat. Dulu aku ngga punya niat hidup. Buat apa? aku hidup buat siapa? mama, papa, dan adik? cuman segitu aja? ya niat lah untuk selalu baik baik saja untuk aku dan semua orang disekitarku.


The art of pain
Seperti pake tato, sakit itu bukan berarti harus segera bergas waras karena benci rasa sakit. Tapi nikmati rasa sakit itu, seperti ketika kita menato diri kita sendiri. Sakitnya bukan main, tapi untuk suatu karya seni yang luar biasa. Karena sakit itu perlu! ask to the whole people in the world, they are 100% gone through pain!

Berbagi
Kita itu hanya "kran air" dan bukan pemilik "tandon air" kehidupan. Jadi salurkanlah apa yang kamu miliki dan kamu mampu, tidak hanya untuk diri sendiri tapi untuk orang lain. Merasa tertegurlah ketika barang yang kamu pikir kamu miliki itu hilang, rusak, dan hancur, karena itu bukan milikmu atau mungkin kamu lupa untuk berbagi, maka si empunya "tandon air" akan mengambilnya kembali.

Sebenernya agak susah menulis ini dalam sebuah blog, karena ini menurutku juga tidak mudah. Lebih dari 2 tahun aku mempelajari ini bersama seseorang, dia yang selama ini tidak pernah aku sebutkan identitasnya. Dia adalah "bengkel" untuk hidupku yang sempat hancur berantakan. Lebih susah lagi menulis semuanya ini, karena rangkuman ini kami bahas semalaman ditemani 1 botol besar heineken. Semoga ini sedikit bisa menyampaikan apa yang aku hadapi dan bagaimana aku menghadapi hidup dan bisa berguna buat orang lain.

Untuk makhluk ini, terima kasih untuk hadir dalam hidupku, meski kita tidak akan pernah bisa bersama (who knows). Untuk magnum almond siang itu adalah pelengkap aphrodisiac dalam tangisku. Untuk selalu bisa tau apa isi pikiran kita tanpa harus bicara verbal. Untuk memelukku dengan erat ketika air mataku tidak bisa berhenti. Terima kasih karena setelah 2 tahun aku bertanya - tanya dan semalan semua tanyaku dijawab, for finally you said "yes, I love you" :)

Untuk si empunya hidup ..... I'm freakin have no good reason to be angry with you especially when you send someone that I find right but it's just not right in Your way. So, I guess .... I thank for that though.

Tuesday, July 10, 2012

Reborn!

I thought to live was the hardest blessing
to continue life was the worst
to separate and lost were the agony
the future was the hopeless in despair

I was told that I'm the warrior of my own
I told myself that I need a hero
I was told that I can do anything I believe I could
I told myself that all are too much

Now, I know that I need to stop telling myself
but to do all that's good ahead

Thank you for all the blessing, wish, greet, presents, love, and the sweetest things :)

Morning Bouquet Surprise from Mom and Dad 

Sweets surprise from fellas at work
In this best moment, the best gift to my family is that my mom has just launched her first book entitled Tangan Tangan. A warm high-tea gathering was perfectly arranged at Kopitiam Oey where in this place my mom has grown up. Thank you all for all family and friends for always be around and being our loyal supporters!!

Om Agung Adiprasetya (CEO Kompas Gramedia)'s Speech

The book and us as family

The Talkshow

The candid over nervous lady preparing all those stuff! Break a leg!
Coverage - Tribun Jogja - July 11, 2012

"Tangan - Tangan" book written by Lilik Soekoer is now available in Gramedia Book Store and others :)

Thursday, June 14, 2012

Oh Lord, this guy please!





Inget beberapa waktu lalu aku menulis mengenai sebuah Kedai Kopi di Yogyakarta, lengkap dengan sejarah bahwa itu rumah adalah milik Eyang dulunya lalu sekarang diabadikan menjadi sebuah Kedai kopi yang vintage dan serasa kembali ke jaman colonial setiap kali mengunjungi tempat itu, akhirnya aku bertemu dengan pemiliknya. Aduh, dilemma deh sebaiknya ditulis atau tidak ya namanya, nanti kalau ke-googling … matilah awak ketahuan curhat after session-nya! Hehehhehe… Ceritanya begini, ini karena Mama baru saja menulis buku perdana berjudul “Tangan – tangan” dan beberapa hari sebelumnya, Pakdhe dipanggil oleh yang kuasa *selamat ya mama buat bukunya, sayang kameraku rusak belum bisa pamer - pamer foto via blog ... beliin iphone dong eehhhhh ... . Kemudian mama berkumpul dengan kakak – kakaknya di Kedai Kopi itu dan disitulah mama berkenalan sama owner Kedai kopi tersebut, “ownernya ganteng!” begitu kata mama … sungguh maksimal sekali kan caranya memotivasiku!!

Entah bagaimana ceritanya, si Owner ini ternyata sudah sangat familiar dengan keberadaanku! ( THANK GOD I’M FAMOUS!!!!!!!!!! *hahahahaha) jadi beberapa saat kemudian kami saling follow di dunia kicauan burung yang ramai di sebuah garis lini waktu social media itu. Memutuskan untuk bertemu dengan si Owner bukanlah hal yang mudah, kami sama – sama sibuk (halah! Janjane bukan sama – sama sibuk sih, tapi aku ini tergolong HUMAS yang minderan, jadi ketika diajak ketemu, pusing tujuh keliling). Pada sebuah sore, aku datang menemui si Owner ini di Kopitiam Oey, dan VOILA *ganteng mak!!! You are definitely right!!! … hehehehe … dan yang lebih keren lagi ngga hanya ganteng, smart, tenang, cool, sederhana …. Halah! *you name it* my idol criteria is so far on him! *asem*

Cerita kami seputar ide dan konsep event yang akan kami gelar, dunia bisnis pariwisata dan hotel saat ini, bisnis – bisnisnya dia *haizzzz kemecer nggak sih loe!, dunia export, travelling, food, and then .. and then … and then. Overall, I’ll say … Oh Lord, this kind of guy that can make me sit longer listening to his experience, thoughts, ideas, and found what people called ‘chemistry’ is the one I’ve been dreaming along! Meski ternyata dia sudah beristri dan beranak … okelah! Aku bukan tipe wanita perebut lelaki orang *sikap* jadi doaku simple aja seperti pesan mama pagi ini via skype … “Oh Lord, this kind of guy please!


ps: ditulis dalam keadaan mengantuk dikantor lantaran pulang jam 12:00 dan mendengar anak – anak kos teriak GOAL! Beberapa kali… tapi rasa syukur ini jauh lebih baik mendengar mereka berteriak GOAL! Daripada suara orang bercinta! Damn!

Thursday, March 1, 2012

Samuel Mulia : Kehilangan

Untuk yang pergi menghilang, semoga menjadi mengerti akan sebuah persepsi obyektif. Untuk yang merasa kehilangan, semoga memaknainya sebagai pembelajaran untuk diri dan kerelaan.
 - Stella Amirta -

Kemarin dia bilang " apa yang kau takutkan? "
Kujawab, " aku takut kalah, karena aku yang ditinggalkan, dan aku kehilangan "
" tidak ada yang bisa dibandingkan secara utuh sebuah nilai kehidupan menjadi sebuah kemenangan, kalian sama - sama menang, sendiri - sendiri ... "



Thursday, February 2, 2012

Hello me, or I'll Hello you back, dear friends....

Teman – temanku

Waktu aku berada di masa-masa beratku, aku memutuskan untuk menarik diriku dari kehidupan sosialku untuk mendapatkan kembali diriku yang seutuhnya. Berangsur – angsur, ketika masa kembali mempercayakanku untuk menjalani tantangan kehidupanku kembali, akupun bertanya “aku sudah siap, atau karena aku menarik diri yang membuatku siap?” Beberapa orang dekatku memberi semangat, bahwa untuk menyembuhkan hati aku harus menghadapi penyebab dari luka itu.

Ketika rasa siap itu belum ada, aku belum berani bertemu dengan teman – teman masa laluku. Teman yang mengerti perjalanan hidupku, orang yang terlibat dalam luka hatiku, sosok yang membuat jantungku menderu akan kebencian, dan mereka yang tidak mengerti namun berlagak mengerti.

Hari ini, aku menyambut kembali sapa ramah teman – temanku, perhatian kalian lebih dari segalapun yang ada. “aku baik – baik saja, teman” atau mungkin jawabab “aku sudah berangsur membaik” membuat mereka tak lagi sungkan untuk kembali tersenyum bersama ku. Untuk “my pillow talk buddy”, terima kasih sudah dan selalu mengingatkan aku, bahwa aku baik – baik saja, selalu menatap kedepan. (nah kan! Ada lagi identitas rahasia di blog ini! Nyebelin sekali lho!!! …. *mulai gresek nama calon suamik!*)

I

Wednesday, January 18, 2012

Jakartaku, dulu dan sekarang

Dulu pernah berujar, aku benci Jakarta. Dengan segala ketidak ramahan, ketidaknyamanan, dan tipu muslihatnya. Lalu aku kembali berujar, aku pasti akan menikmati jakarta pada level kehidupan tertentu... KEtika aku bisa menikmati Jakarta dalam level yang berbeda. Level kehidupan yang memungkinkanku menikmati metropolis nya kota ini.

Kunjunganku kali ini sedikit berbeda dan membuatku berkomentar.. Guess I'm in love with Jakarta. Memangnya, kehidupan level apa yang harus dijalani untuk menikmati sebuah kota yang disebut Big Durian ini.... Ngomong - ngomong soal Big Durian, aku juga baru tau kalau ini sebutan semacam Big Apple di New York. Jadi ketika Evita Peron ke Big Apple, mungkin aku semacam Evita Perotttt pergi ke Big Durian. Kembali ke pembicaraan level kehidupan, bukan berarti aku berkata uang adalah segalanya untuk membeli kebahagiaan, tapi untukku uang memang tetap berarti untuk membeli fasilitas, kenyamanan, dan keamanan.

Ketika tiba di Bandara, dan sudah ada sopir yang menjemput. Ketika tempat tinggalmu nyaman dan tidak merasa panas, ketika 12 jam yang terik kau habiskan di ruang kerja. Ketika seluruh bi aya pengeluaranmu ditanggung oleh kantor, dan ketika hampir seluruh tempat rekomendasi di Jakarta bisa kau kunjungi, percayalah padaku... Hidup akan terasa lebih indah di Jakarta. Oiya, satu lagi.. Ketika sahabat dan adikmu tercinta ada di Jakarta, itulah yang kusebut Ultimate life of Stella Amirta...

Terima kasih Tito my little brother, Ela my eternal best friend, Mbak Nita, Kak Ruth, Yusti and family, Mbak Angi my sister, my pillow talk buddy the R guy, Mbak Angie, dan teman - teman media yang menyambutku dengan ramah dan sudah siap dengan agenda kencan hang out kita ... I love you all guys...

Oiya, biggest thanks to Mama and Papa yang udah membantu kepindahan, ikut repot dengan bawaanku yang seabrek. "ngga usah janjiin kasih uang saku pa, I know my account is still at zero point but I can live with that ... Just promise me (ups, guess you're not good in promising) just do your best days ... And be good with mom... I love you guys in my best way to love you... Bisou bisou... "

Monday, December 26, 2011

Christmas Corner with Instagram!

Follow my instagram @stellamirta .. here are some shots of my Homy Christmas Corner ...

Sitting Rodney from Colorado

The gifts

Hello Christmas! 
The Trees

Hollanda Cookies! Italian Felice Navidad!!

Sunday, December 4, 2011

Dear Mom ...

My apologise .. for happen to be shock this afternoon.
I should've learned from the former experience,
which I ignore the importance in putting myself into others' shoes before making action
Now, I understand completely ....

What I ashamed off is my personal feeling ...
but I forgot the presence of this blog is publicity ...
Where almost part of this world should have any chances to read ...
In which I should have been ready before I press "publish post"
Ready for the risk
The comment
The compliment
The anger
The acknowledgement

I might not ready yet for the risk I should take come too soon ...
I thank my little brother for always having his best objective perspective.
To remind me of pulling my ego back, my anger down, and strengthen my understanding.

Once again, ...... my apologise ...

Thursday, October 27, 2011

Quote of the Day : Wanita

Wanita ...
Keangkuhan logikanya terkadang berbanding terbalik
dengan mudahnya rayuan kami (pria)
- my bro -

Sebenernya ini sudah diperbaiki kata - katanya, karna sebelumnya, inilah komentar aslinya selesai aku curhat sama dia :

" dasar wanita ... gayanya sok mau meninggalkan, towel dikit langsung balik! "

and I laugh to the max !!!!

Thursday, September 29, 2011

Hey mom ...

We have chat
My brother and I
Silly talking about my mommyta's birthday
We were so confuse
for what best gift for mom

a bag ... she got it already
a dress ... she fits to any dress
shoes ... she has the way she likes it
netbook, cable tv, air conditioned room, fully equipped kitchen, knitting stuff,
and so on we name it all the things she already has ...

until we laugh together for two most valuable things that mommy wants it but we can not afford it ...
a house and a car ...

Hey mom, you are so lucky..
for those might have lots of things they want to possess while you have almost all you got..

Happy Birthday
We love you so much,

- naughtiest daughter -

Sunday, July 31, 2011

My Bro and I



"Work very hard, be honest and fair, 
be professional, be low profile, and never be a hero, oh and move very fast" 
- Bacharuddin Jusuf Habibie - 
Sent from Mom this morning to our mails!


Been trying to write something about us, but so many to tell and this blog might not enough to express how I feel. My dearest little brother, we know that we love and adore each other even without many words to say. We've been through the worst until the best chapter in life and we know that we are stronger by day. Please always remember that there are more chapters for us to go!



Though miles away, we can share many things and support each other.
Many thanks for not only you being there for me, but for being so strong and fully determined.

You know what, I've cried waiting for your visit and cried harder at the airport for saying bid farewell.
Last but not least, I want to let you know that failure is the best lesson in life, somehow you can learn from others failure without falling in it. Learn from what I did and how I went wrong. Be motivated as I also moving on!!
Wishing you all great success in J-town... and here you go some food you'll gonna miss a lot.

I'll see you another time...

Bisou .... Bisou, 


Naughty Sister


Soto Kudus (in front of De Britto College)

BitterBallen at Prawirotaman (forgot the cafe's name)

Monday, July 18, 2011

Harta

Kakakku baru saja memberi pesan singkat... 
"Mac-ku hilang, dicuri orang siang ini dari jendela kamarku!"
seketika aku tersentak dan aku paham betul rasanya....

Let's let the Mac go!
because we believe 'bad things happen for a reason
-Pelangi-
Dahulu, aku punya banyak materi, kekayaan yang bagiku lebih dari cukup, wira wiri ke luar negri, mobil mewah, baju - baju bagus dan bermerk, HP dengan merk terkini lengkap dengan gengsi yang diberikan, laptop paling canggih, rumah nyaman dengan segala fasilitas... AC, TV Kabel, makanan enak, sofa empuk, kamarku yang nyaman..... dan dalam sekejap semua itu menghilang.... kemana perginya? kenapa harus hilang? Tuhan, aku malu.....

Ketika aku memiliki segalanya, langkah terasa begitu ringan. Aku tak perlu susah - susah membaur dalam level kehidupan sosialita kelas atas. Aku bisa, aku punya, aku memilikinya... akupun sombong....
Lalu entah kenapa Tuhan menyajikan fase kehidupan yang harus aku lalui dimana aku harus kehilangan itu semua...

Lalu aku marah pada Empunya kehidupan, aku sembunyi menutupi rasa maluku, aku menghilang dari kehidupanku yang dulu dan menghindar dari teman - temanku. Kemudian, aku seperti diberi sebuah gambaran kehidupan yang gamblang "ternyata kehilangan materi itu tidak sesakit kehilangan orang yang aku sayangi!", "materi masih bisa dicari", "materi bukan yang utama", dan yang paling penting....

The true measure of success is not what you have, but you can do without
-anonymous-

Aku tidak mau dihargai atas materi apa yang melekat di tubuhku, aku mau dihargai atas kelakuanku, pola pikirku, kecerdasanku, dan bagaimana aku menyelesaikan masalah - masalahku. Mencoba mengikhlaskan atas kenikmatan materi yang melekat dan sekejap menghilang, bukanlah hal mudah.... tapi mencari semangat baru dalam ketidakpunyaan itu barulah menjadi nikmatnya sebuah kehidupan.


Katanya lagu ini mengenai kehidupan, tak pernah bisa kupahami liriknya.. sama seperti aku tidak pernah memahami kehidupan yang penuh misteri ini, sebaiknya aku berhenti bersusah payah memahami dan mulai menikmati alunan nadanya dalam kehidupanku.....


Anyam Anyaman Nyaman
Sujiwo Tejo


Anut runtut tansah reruntungan 
Munggah mudhun gunung anjlog samudra 
Gandheng rendhengan jejering rendheng 
Reroncening kembang 
Kembang temanten 

Mantene wus dandan dadi dewa dewi 
Dewaning asmara gya mudhun bumi 
Ela mendhung, bubar mawur, mlipir-mlipir, gya sumingkir 
Mahargya dalan temanten 
Dalanpun dewa dewi 

Swara trompet, ting celeret, arak-arak, sigra-sigrak, 
Datan kendat, anut runtut, gya mudhun bumi... 

Sunday, July 3, 2011

Tuhan, maaf umatmu tertidur

Misa Malam Rabu Pon di Rejoso Wedi Klaten
Altar dengan nuansa Jawa yang berusaha kuabadikan
ditengah misa

Romo Oetomo, sahabat Eyang Kung yang kucurigai
menaruh hati pada Eyang Ti... what a drama!

God, these puddings symbolize our grateful for life, health,
and prosperity, also strength to walk our days

find your best words on these puddings.....
Dalam misa ini, niat sudah kusatukan, seharian kami membuat puding - puding ini sebagai bentuk rasa syukur. Namun kulihat, beberapa umat tak semua mengikuti misa ini dengan khusyuk... ada yang tertidur pulas berbantalkan tas, ada yang bermain - main dengan HP nya, ada yang mondar - mandir, ada yang ngobrol, dan disaat hening.... ada juga yang mendengkur dengan lantangnya.... Lalu, kenapa misa?

Wednesday, June 29, 2011

Aku vs. Ibu

Kata adikku, aku dan ibu adalah dua pribadi yang tidak cocok... kata orang China, disebut Jiong (semoga aku tidak salah menulisnya). Menurutku, aku dan ibuku adalah teman baik... tapi aku juga setuju kalau kami sering bertengkar. 


Coba, baca pembicaraan kami berikut, menurutmu.... kami teman yang baik bukan?

Suatu pagi di sebuah pabrik tua, kota Wedi - Klaten. Ups... ternyata, pagi sudah berlalu.. hanya saja ayam - ayam di kandang terlambat berkokok. Mungkin betul juga ada pepatah "like daughter like mother", "like dog like owner", dan mari kita tambahkan... "like chicken like owner"

Aku beranjak ke dapur, ingin mencicipi Nasi Goreng makan siang ayahku, seketika aku berteriak karena ada tikus lari:

Aku : "aaaaaaaaaa......daaaaaa..... tikus"

Ibu : "mana mana...." sambil berlagak ingin membunuh tikus itu

Aku : " ah! udahlah... susah juga mo ditangkep!... kita serahkan nyawanya pada penyelenggaraan Ilahi"

Ibu : "halah gayamu! akhirnya kamu berserah juga padaNya!"

Aku : "abis gimana lagi.... geli juga ngebayangin ngebunuh tikus!"

Ibu : "lah.... katanya kemarin hatimu dingin... sedingin kamu bisa ngebunuh orang... "

Aku : "oh iya ya " sambil garuk - garuk kepala karna malu....

Ibu : " wuuuuuuu gayaaaamuuuuuu! "

Aku : "lho! kata mama... karakterku ini mirip sama mama.... berarti kita sama donk... sama - sama nggaya.... gayanya mau minggat! " ( aku nyindir mama yang kemarin sempat mengeluh pingin minggat... tapi hari ini diurungkan niatnya... setelah mencoba berpikir realistis )

akhirnya, ibu dan anak ini berakhir menghisap tembakau disamping kandang ayam sambil memikirkan karakter mereka... "like daughter... like mother!"