instagram

Pages

Tuesday, November 13, 2012

Non-camouflage Dream Worker

You may think I just play around and have fun at work, all you actually envy is that I'm a fun person making challenges as playground
-SA-


the bosses and me :) 
Kecret, Bapak Besar, Kocrot

Charlie's Angels

The Greeter

The chefs




Ada kalanya emosi harus memuncak, ketika ada yang meremehkan, berkabar buruk, dan berusaha menjatuhkan. Namun, mereka lupa bahwa aku belajar untuk menggapai mimpi, bukan hanya tidur dan bermimpi. Aku belajar untuk merealisasikan, bukan untuk berkhayal. Semakin mereka menjatuhkan aku, maka aku akan semakin kuat untuk bertahan. 

Keluarga besar pemilik properti tempat aku bekerja, mengajarkan aku juga untuk memotivasi diri dari orang - orang yang berusaha menjatuhkan. 


ps: untuk JackD cola yang sudah menemani lemburku, untuk trotoar yang aku tabrak, untuk khotbah - khotbah romo yang misanya aku hadiri, untuk yang memelukku dan berkata "e'thing will be OK", dan teruntuk Bapak Besar .... terima kasih atas dukungannya dan pembelajaran, serta kepercayaannya :) 


Monday, October 29, 2012

Chemistry




Sore kemarin, salah satu sahabat bertemu di kantor dan komentar, “wajahmu kuyu, I lost your soul”. Kulihat kaca dan memperhatikan raut mukaku. Selain bertambah cempluk karena aku sedang tidak peduli dengan diet dan makanan tak enak tapi sehat, memang betul, wajahku kuyu.
Mungkin karena kelelahan dan tingkat stress yang tinggi menjelang pembukaan hotel baru yang membuatku serba terburu dan kehabisan waktu. Terima kasih sahabat, sudah mengingatkan aku, let me find my soul and be better soulmate after all the hectic period passed :D.
Sepulang dari kantor, seperti biasa rebahan sebentar dan melihat ke arah TV, sudah cukup lama aku tidak nonton TV. TV Cable akhir – akhir ini banyak memutarkan film horror, mengingat akhir bulan ini adalah hallowen. Sebelum kumatikan TV, ternyata HBO sedang memutar film “One Day” shyuuuttt! I missed the very first half an hour. Iseng kuhubungi Mustafa, karena dia penyuka film, bisa menemaniku nonton meski dia diluar pulau.

Kami, aku dan Mustafa mulai memberi komentar pada film itu. Dari bentuk Anne Hathaway yang berperan sebagai Emma cukup wagu didandani ala 90an dan begitu mempesonanya Jim Sturgees sebagai Dexter. Bagaimana nyatanya film itu juga masuk dalam perbincangan kami sampai ketika Emma di tahun 200 memotong rambutnya Pixie Look, aku membatin “my hair, she cuts it like my hair, she walk the story as I do” dan voila! The secret guy menghubungiku dalam detik yang sama memberi pesan singkat “your hair, on HBO” seketika aku membalas “ I HATE YOU” …. Kadang aku membenci makhluk ini karena dia selalu ada dalam pemikiran yang sama dengan aku. Komentar kami selalu sama dan selalu kami setujui dengan kata “NAH” semacam mengiyakan pemikiran yang sama. Sampai pada akhir cerita, Mustafa yang sibuk dengan melancholianya mengilhami film tersebut dan dilain ruang dan waktu, aku dan makhluk  menyebalkan ini saling memberi pesan yang sama “No matter what happens tomorrow, we have today” statement yang sama kami tangkap dari film itu dan sekali lagi aku menimpali “ I HATE YOU”.

Kadang aku berpikir, tidak ada memang yang bisa menjelaskan sebuah rasa. Seperti Emma dan Dexter, rasa itu mereka miliki tapi dihindari karena berbagai hal realita yang membatasi. Meski suatu waktu akhirnya mereka bisa bersatu untuk sementara waktu dan tidak ada yang bisa menyalahkan ketika semesta memisahkan. Aku mempercayai pergolakan kimiawi dan biologis dalam tubuhku dan bagaimana hatiku berdebar, senyumku merekah lalu aku menyebutnya sebagai Chemistry ketika bertemu dengan sesuatu atau seseorang yang membuatku merasa nyaman. Mungkin suatu saat nanti aku bisa bertemu dengan Dexter ku … meski mungkin tidak bisa sama pesonanya seperti Jim Sturgees :D



Friday, October 5, 2012

VIP gift of MAROON 5

Selalu menganggap hal baik yang terjadi adalah hal terindah dari yang diatas merupakan salah satu caraku untuk beribadah. Kalau kata orang lebih susah bersyukur daripada mengeluh kepadaNya, syukurlah sebagai manusia, keluhan dan rasa syukurku masih lumayan berimbang tapi berbanding terbalik juga dengan kebandelanku *eh.

Keberangkatan ke Jakarta untuk tugas kantor kemarin itu diawali berbagai kesialan sebenernya. Dari berangkat ke airport kesiangan, dikatain bapak taksi "terserah" dengan ketusnya, jari berdarah kepentok ujung kursi yang runcing, kemudian disyukuri dengan dijemput sopir Bapak Besar, naik mobil beliau yang mewah itu ... *langsung salto dimobil*

dilanjutkan dengan sakit perut yg mendera dari kupikir keracunan sebuah kopi mahal yang basi, kemudian diagnosa maag, dan lalu ternyata hanya kram perut karena mau mens. Belum lengkap rasanya tanpa nangis (ini sentimental kayaknya karena mau mens) karena merasa bego ngirim Broadcast Message BM hoax soal betapa lambatnya RIM BBM yang membuatku di bully banyak teman. Kata mereka aku mendadak jadi bodoh karena biasanya aku tidak pernah BM.

Rasa syukur dimulai ketika pada salah satu meeting, tamunya gantengnya kayak Super Junior dan bikin deg2an... Sampai - sampai staff kantor berkali2 masuk ruangan meeting cari alasan bodoh hanya untuk melihat kegantengan itu. Just info, si ganteng ini ternyata pendek hihihihi....

The great part adalah menerima BBM si ibu owner "stella, when will you back to Jogja? Do you like maroon 5? I have 2 tickets for you because I don't feel attending"

HOWAAAAWATTTTTTTT!!!!!!!!!!!!

Dan malam itu bertemu si sexy Adam Levine dengan suara stabilnya, foreplay yang lama dan asyik, performance ya yang ajaib, dan tingkahnya mencoba gangnam style adalah show hebaaaattttttt!!!!!! Oh ya! The bonus part adalah ketika melihat seat VIP kami sambil melirik beberapa artis di kanan dan kiri ...... Oh God! Should I salto this time to express my appreciation?!?!?




Friday, September 28, 2012

Belajar Gigih


Sembari mendengarkan omelan Personal Assistant Bapak Besar (begitu aku memanggil Ownerku) untuk mengingatkanku berdoa pagi, sarapan, dan mulai menjabarkan to do list, Office Boy baru kami datang dan masuk ke kantor saya, diletakkannya minuman kopi pagi nan hangat dan wangi. Wajahnya itu kalau orang bilang ‘smiling face’ kulitnya gelap, dan ekspresi mukanya polos. Mungkin umurnya 20an tahun. “terima kasih, Gih” ujarku sambil tersenyum. Gigih namanya dan seperti mereka bilang ‘remarkable name’ menurutku nama itu cocok untuk dia. Serta merta Gigih menjawab, “you are welcome, mbak” *melirik kearah Gigih dan berdecak kagum*

Sambil lalu Gigih tiba – tiba menyampaikan sesuatu, “mbak, mulai sekarang, kalau order pakai Bahasa Inggris saja biar saya belajar”.
“Wah, boleh Gih…”
“Apa yang harus saya pelajari mbak?”
“coba sering – sering nonton acara bahasa Inggris, lalu cocokkan kata Bahasa Inggris dan terjemahan dibawahnya, kemudian mendengarkan lagu – lagu Bahasa Inggris juga bisa membantu.”

Sejak itu aku membantunya belajar Bahasa Inggris, beberapa kali juga kutemui Gigih menyanyikan lagu berbahasa Inggris sambil mencuci piring. Gigih tampak semangat, kerjanya bagus, ramahnya benar – benar mencerminkan hospitality, kerjanya rapih, sopan, dan selalu semangat.

Sekali lagi saya melirik kearah Personal Assistant Bapak Besar yang sedang semangat untuk belanja oleh – oleh dan sambil memilih belanjaan, dia berkata “jangan lupa, katanya mau kasih hadiah untuk Gigih”.
Aku langsung meluncur ke toko buku, membeli buku – buku untuk Gigih bisa belajar Bahasa Inggris.

Gigih, terima kasih sudah menunjukkan padaku makna kegigihan pada suatu pagi ketika aku hendak menyerah.