instagram

Pages

Tuesday, August 19, 2014

Belajar Tua

I'm planning to do something today that my future self
will thank for!

Sayangnya saya belum sempat belajar banyak, ketika teman saya bicara soal ini dahulu sekali. Saya hanya sempat manggut - manggut dan belum terlalu mengerti kenapa saya harus belajar tua. Umur saya baru saja lepas 25 tahun waktu itu, tentu berpikir untuk keriput belum menjadi prioritas pikir saya. Yang jelas sedikit saya pahami waktu itu hanyalah pola pikir yang diimbangi dengan menuanya usia. Belajar untuk mempersiapkan diri ketika menjadi tua nanti. Semoga saya tidak salah tangkap dan menginterpretasikannya lain.



Sejak umur 22 tahun lepas dari kuliah, saya berteman dengan orang yang umurnya jauh lebih dewasa dari saya. Pembahasan dan problematika yang berbeda mengajak saya untuk belajar banyak. Mungkin itu awal mula saya belajar menjadi tua. Kemudian saya merumuskan beberapa hal yang mungkin jadi persiapan saya ketika menua nanti…. sembari belajar menua *pijit pijit keriput*

Persiapan
Berpikir bahwa 25 tahun lagi nanti saya akan menerima predikat 'tua', rasanya pun berat. Mengingat saat ini saja saya enggan sekali setiap dipanggil 'ibu'. Rasanya saya masih yang dulu dengan rok kotak - kotak seragam sekolah dan punya tawa lepas seperti tak punya beban hidup. Sungguh saya tak tau diri. Kemudian saya berpikir untuk bersiap - siap, meski belum semua terlaksana. Paling tidak ada beberapa persiapan yang menjadi tujuan pikir saya nantinya seperti :

Kesehatan : Mungkin seperti mempertimbangkan asuransi jiwa, makan sehat, kurangi merokok, olahraga, mempersiapkan pramurukti yang merawat saya dan suami ketika menua nanti dan lain - lain. Oiya saya juga berpikir untuk membuat 'surat kuasa suntik mati' … pasti serem ya bayangin ini … tapi nanti deh kita bicara soal pandangan saya untuk menghadapi kematian. Yang jelas intinya saya tidak mau merepotkan orang lain :)

Finansial : rencana usaha, deposito, tabungan hari tua, dan mungkin memastikan saya dapet warisan jadi bisa leha - leho di masa tua *eh

Perilaku : tidak merepotkan! yak itu saja yang saya inginkan … tidak merepotkan hati dan tenaga orang lain, bahkan mungkin anakku sendiri nantinya. Jadi belajar untuk mandiri!

Aktivitas : Mengingat saya jarang diundang reunian teman - teman hahahaha … jadi saya membayangkan aktivitas membunuh waktu saya nanti seputar, bangun pagi, jalan pagi, memasak (kalau masih kuat), baca buku, baca artikel di internet, nonton film, wisata kuliner, jalan - jalan, dan menikmati hari - hari bersama (semoga) suamiku. Mungkin ya ini aktivitas sampai sudah tidak mampu lagi dilakukan. Oiya mungkin melegalkan warisan untuk anak ya …. dan memastikan kalau punya anak nanti ga rebutan warisan hahahahaha …. Tentunya kalau ada undangan reunian pasti saya akan datang :)


Di umur 28 saya memutuskan untuk pensiun dari karir, dan memilih usaha. Karena saya sadar bahwa saya tidak bisa selamanya menjadi pegawai. Menjadi pengusaha menjadi tujuan saya untuk belajar tua … belajar untuk pensiun supaya tidak menjadi pensiunan gagal investasi. Jadi mungkin itu langkah awal belajar tua dan mulai pusing mikir bahwa saya belum mampu bayar asuransi dan bahkan berpikir untuk menyisihkan dana beranak pinak. Kata mertua saya sih setiap anak punya rejekinya sendiri, tapi kenapa jutaan anak dia sana tidak punya rejeki banyak untuk memulai sebuah kehidupan yang mereka bahkan belum bisa pahami? Tanya sana sama galileo galilei!

No comments:

Post a Comment