instagram

Pages

Monday, July 29, 2013

Praduga Tak Bersalah

Waktu itu ada satu momen dimana aku harus mengambil data dari laptop Mustafa dan aku menolak melakukan itu. Selain aku paranoid akan menemukan sesuatu yang menyakitkan, aku selalu menjauhi barang - barang privasi orang lain, meskipun dia sudah menjadi suamiku. Aku ceritakan kepada Mustafa, kenapa aku tidak mau. Aku tidak percaya pada Mustafa bahwa dia belum betul - betul meninggalkan masa lalu dan menyimpan kenangan itu di laptopnya yang merupakan privasi Mustafa.

Mustafa berusaha meyakinkan bahwa aku bisa membuka laptopnya tanpa harus kuatir akan hal itu. Dia sudah menghapus masa lalunya dan berjanji akan menghapus sisanya yang mungkin masih ada. Akhirnya terpaksa aku tetap membuka laptop itu dengan perasaan mual, takut, dan jantung berdebar. Lebay memang, tapi bagaimana lagi, ada trauma di masa lalu yang menyulitkan aku untuk meyakini semua baik - baik saja.

Ini baru satu kisah dari beberapa cuplikan lainnya yang membuatku berpikir bahwa aku punya masalah dengan kepercayaan. Masih ada kejadian - kejadian lain dimana aku harus diam dan meyakinkan pikiran skeptisku untuk membuang segala praduga tak bersalah itu. Selebihnya, itu semua dukungan Mustafa untuk selalu meyakinkan bahwa dia bisa dipercaya dan apa yang dilakukannya tulus, lengkap dengan caranya menenangkan aku bahwa kita hidup di saat ini, bukan kemarin...


Zulu lagi baca blog!

No comments:

Post a Comment