instagram

Pages

Monday, April 25, 2011

? a question mark ?

www.shaneharrison.com
Beberapa waktu lalu, seorang teman bertanya sekaligus menuduh, menilai, dan membuat konklusi sendiri, begini katanya... "Gila, sejak putus dengan ...(no mention) ... Kamu kencan dengan berbagai pria dan hanya seumur jagung, kamu kayaknya gila dan apatis.... Tambah lagi jahat karena menyakiti hati beberapa pria!! Kamu masih patah hati ya?" Hmmmm... Dalam hati saya mendengus dan mengumpat - umpat dengan marahnya... Pada kenyataannya saya hanya tersenyum kecil dan menjawab "what you see is unlike what it's seen! Thank you for your 'one-sided judging' anyway"

Rasanya remuk redam perasaan saya mendengar  komentarnya. Dilain sisi, saya juga bertanya - tanya dalam hati, "masih patah hatikah saya?" Saya pikir setahun berlalu sudah menjawab (karena konon katanya waktu yang akan menjawab dan menyembuhkan patah hati) dan menyembuhkan luka patah hati saya, tapi sekarang muncul lagi pertanyaan itu.... Masih ngga ya?

Berpisah tiba - tiba dari seseorang yang hidup bersama saya selama 6 tahun lamanya memang tidak mudah. Bayangan itu juga masih menghantui hari - hari saya. Rasa sakitnya juga masih kadang terasa meski tak separah ketika perpisahan itu terjadi. Pemikiran - pemikiran, pertanyaan - pertanyaan, analisa - analisa terhadap hubungan yang retak ditengah jalan juga masih terngiang dipikiran... "Tuhan, kenapa sih ini harus terjadi?", "kemarin yang salah siapa sih?" "Kenapa dia pergi?" "Kenapa harus bertemu kalau harus berpisah?" Bla bla bla bla...

Sampai pada hari ini, jam ini, dan detik saya menulis ini juga tidak terungkap jawaban - jawaban dari pertanyaan saya diatas. Bahkan beberapa kali saya mencoba untuk membuka hati kepada beberapa pria yang sempat dekat, juga ternyata belum bisa, rasa memang tidak bisa dipaksakan. Kalau saya dinilai apatis, hmmm.. Saya juga tidak tau apa jawabannya, iya atau tidak... Dalam hidup saya juga banyak kisah - kisah perpisahan dan perselingkuhan yang saya dengar dan membuat saya belajar. Kalau ditanya apakah saya trauma, tetap... Saya juga tidak tau apa jawabannya.

Bahkan kalau ditanya, "apakah kamu masih mencintai dia? (The guy I'd been with for six years)" saya juga tidak tau jawabannya... Rasa rindu, sakit hati, merasa bersalah, menyesal, cemburu, penasaran, dan rasa - rasa lain juga masih ada... Jadi saya sendiri juga bingung.

Yang jelas, dalam hidup, saya juga tidak lepas dari kesalahan... Jadi yang bisa saya lakukan adalah meminta maaf pada orang - orang yang saya sakiti. Dalam hidup, saya juga sering membuat keputusan yang kurang tepat, maka pembelajaranlah yang saya jalani setiap hari. 

Jadi, masa lalu akan tetap menjadi sejarah hidup dan kenangan yang tidak akan pernah terulang. Masa depan juga seperti misteri yang tidak pernah bisa saya tebak apa jawabannya. Hari ini adalah rasa syukur karena saya masih bisa merasakan betapa indahnya hidup dan saya masih kuat menjalani hari - hari ini.


http-//0.tqn.com/d/collectibles/1/0/M/p/3/brokenheart
                                          
Sometimes, I can only sit, lit a cigar, and cry for things that don't meet my hopes, somehow I wipe my tears and start to think that it just part of the big plan that God has prepared it for me and also for you. 



.:ost. "till it happens to you" by corinne bailey rae:.

No comments:

Post a Comment