instagram

Pages

Thursday, July 31, 2014

I Give It A(nother) Years

Sebagai orang pelupa, sekali lagi aku membuat jengkel suamiku ketika film ini tetiba muncul di Fox Movies malam itu. Aku seperti semangat untuk menonton dan suamiku mempertanyakan karena sebetulnya kami punya film ini dan aku selama ini tidak tertarik untuk menonton. Akhirnya kami memilih tidur dan tidak melanjutkan pertengkaran perihal kealpaan ku dalam mengingat sesuatu. Keesokan harinya baru aku tergerak menonton film itu karena ibuku dan adikku menyarankan karena menurut mereka film ini mirip dengan kisahku dan suamiku. Demikian juga mereka berpesan "semoga ending nya jangan ikut - ikutan sama" Karena penasaran, maka kuajak suamiku malam itu menonton film ini :



Thursday, July 17, 2014

ayahku (bukan) idolaku

Kalau melihat di sosial media beberapa teman menampilkan berbagai bentuk kasih sayang dan bagaimana mereka mengidolakan ayah mereka, aku hanya punya perasaan dingin untuk melalui laman itu dan mengganti pada laman lainnya. Sementara setiap aku melihat sebuah citra keluarga suamiku yang hangat dan bagaimana suamiku mencium hangat ayahnya setiap bertemu dan meninggalkan pesan manis berbau perhatian, aku hanya teringat betapa aku tidak pernah ingin mencium dan memeluk ayahku. Aku cemburu bagaimana aku tidak punya hubungan relasi demikian dengan ayahku, dia bukan idolaku.

Sebagai sosok pahlawan, aku hampir tidak punya kenangan manis bagaimana dia menyelamatkan aku dari sebuah masalah. Hanya satu mungkin yang aku ingat ketika masa SMP dimana aku harus dijatuhi hukuman karena merokok di sekolah. Dia mewajarkan kegiatan merokokku dan membuat hukumanku sedikit lebih ringan daripada yang lain. Entah itu bentuk kepahlawanan atau menjerumuskan, yang jelas saat itu aku merasa diselamatkan. Menjelang SMA sampai saat ini, hubungan kami memburuk dan aku sudah tidak melihatnya sebagai pahlawan lagi, dia cukup bertitel ayah dimana aku memanggilnya "Pa" Ingatanku kembali pada masa titik balik hidupku, dimana aku sangat terpuruk kala itu dan ayahku tidak tercatat kehadirannya, bahkan dia takut untuk sekedar memberi dorongan, semangat, atau bahkan mengunjungiku. Kami tidak bertegur sapa sampai hampir satu tahun. Aku kehilangan pahlawanku.


Friday, July 11, 2014

Her


When my eyes were spoiled with the contrast touch of vintage looking and cutting edge moodern setting. 

Have you ever so distrust with love? So tired with human relationship…. and so thinking that love is enormous insane feeling admitted by social life?

Monday, July 7, 2014

Blow me a year






Suatu sore aku lihat ekspresi suami saya sedikit berbeda. Sepertinya dia sedang melakukan komunikasi dengan orang lain dan tampak sekali dia kebingungan. Aku tanya kenapa dia sepertinya kesulitan menjawab. Sampai sebelum tidur dan setelah banyak bercerita, aku tau kalau dia kuatir kado ulang tahunku tidak sampai pada hari-H. Wajahnya nampak gusar dan lucu seperti orang yang tidak biasa memberikan sesuatu yang spesial untuk orang lain di hari yang penting. Oh I'm flattered.

Iya, Hari Minggu kemarin ini umurku bertambah 1 tahun lagi menjadi 29! oh lala … on more year and I hit 30! Ulang tahunku sejak kecil selalu dirayakan. Mulai dari berkumpul bersama tetangga lengkap dengan kue dan kado sampai pada kejutan tengah malam dan makan bersama keluarga. Tentu ini berbeda dengan budaya suamiku yang tidak pernah merayakan hari jadi secara spesial. Maka pada hari ini, aku pun mengurungkan diri untuk berharap banyak. Malah aku lebih merenungkan mencari determinasi hidupku menjelang umur 30. Oh my God! better resolution please.

Syukurlah aku sudah siap dengan pertanyaan suamiku "what's your resolution this year?" lalu aku menjabarkan betapa aku ingin sifat temperamentalku perlahan memudar, rasa percaya diriku tumbuh, aku bisa menerima orang siapapun itu tanpa penilaian subyektifku, aku bisa melepaskan masa lalu, dan lebih tenang menjalain hari - hariku, juga menahan diri atas segala ucap sadisku terhadap suatu kejadian . Oh satu lagi! resolusi kali ini tidak lagi langsing, tapi aku ingin bisa olahraga … *bwahahahahh!
Lalu kemudian entah kenapa malam itu ketika suamiku bertanya dan aku menjelaskan, rasanya langkahku semakin ringan walaupun daging 200 gram baru saja kunikmati dengan arogannya.

Terima kasih alam semesta!

let's go!

poffertjes from a friend!

my very surprising birthday gift
from my be loving husband
My husband's writing!