instagram

Pages

Showing posts with label journey. Show all posts
Showing posts with label journey. Show all posts

Monday, February 23, 2015

Paman Ngemal  Bibi Ngemil

Seperti layaknya fase hidup, ada suatu momen dimana kita mulai pindah dari tempat bujang kita kemudian menyatu bersama pasangan dalam bahtera rumah tangga baru *halah … Nah, berawal dari ide ini dan bagaimana bahagianya saya menemukan pasangan hidup yang mendukung hobi traveling, eating, sharing, and cooking kami kemudian mulai mendokumentasi perjalanan kami dari cerita - cerita tersebut. Karena suka bilang, "ayo ngemil!" tanpa kenal waktu dan selalu punya stok camilan di keranjang piknik kami, maka jadilah dia Paman Ngemal dan aku Bibi Ngemil ….. lalu kami sebut seluruh dokumentasi perjalanan dan hobi kami NgemalNgemil.

Senang rasanya ketika mulai memberi referensi perjalanan, makanan, resep masakan, sharing hidup, dan beberapa tulisan inspiratif lainnya, kami mendapat tanggapan positif dari teman - teman semua. Mulai dari yang kemudian mencurahkan isi hatinya, mencoba resep masakan, mendapatkan ide kencan dengan kecengan baru nya, mencoba kuliner ini itu, dan mulai memberi semangat kami untuk terus berbagi. Harapan kami, Paman Ngemal dan Bibi Ngemil, adalah … kami ingin wadah www.ngemalngemil.wordpress.com ini menjadi tujuan teman - teman semua untuk memberi referensi rasa, cinta, dan rock n roll :)

Let's move to our new house




Saturday, April 13, 2013

Ibu - ibu Bicara Titit


Selama kami kursus perkawinan, Mustafa rajin menulis dan menceritakan pengalamannya selama kursus perkawinan sesuai dengan apa yang diajarkan setiap harinya. Entah kenapa kali ini ketika mempelajari ‘pengenalan reproduksi’ Mustafa nampaknya enggan menulis. Jadi mari kucoba saja untuk menulisnya, ala Musdalifah.


Jadi hari itu aku dan Mustafa mulai berpikir cabul karena sore itu akan bicara mengenai pengenalan organ reproduksi. Imajinasiku juga sudah mulai melayang karena seharusnya ini akan menjadi pembicaraan seru bak mengulas satu kitab Kama Sutra dan melihat perspektif alat kelamin dan perkawinan menjadi sisi yang sangat menegangkan nan menarik. Aku juga membayangkan mengenai bagaimana kita nanti akan diberi saran menjaga hubungan intim suami istri dengan baik, supaya mencapai kepuasan bersama bak menyaksikan Dr. Boyke yang menyenangkan dalam sebuah talkshow interaktif penuh makna *halah.

Memang betul bagi aku dan menurut aku, jadi bolehlah kalau ada yang ngga setuju, kehidupan sex rumah tangga itu penting. Bercinta itu harusnya menjadi sarana rekreasi pelepas penat suami istri dan jadi aktifitas favorit yang menyenangkan. Jadi waktu sebelum aku memutuskan mau menikah dengan Mustafa, aku selalu sigap menjawab ketika ditanya salah satu harapan pernikahanku adalah calon suamiku harus bisa bikin aku nafsu dan good in bed. Rasanya berat juga ya kalau aku harus bercinta dengan orang yang sama seumur hidup (baca: setelah menikah) kalau orang itu sama sekali ngga bikin nafsu dan bahkan enggan untuk bercinta, what a lame my life will be. Mungkin ini dikarenakan aku, Musdalifah, memiliki darah Arab yang menurut penelitan memiliki kadar libido yang diatas rata – rata dan pastinya hot in bed *trust me! Tapi nggak juga, aku yakin beberapa wanita modern, mandiri, dan berwawasan luas seperti aku, berpendapat demikian *chin up.

Oke, lanjut pada perjalanan kursus perkawinan hari ini, Mustafa dan Musdalifah sudah saling mengirimkan pesan “horeee, nanti sore kita akan lihat gambar saru!” *sungguh cabul sekali kan mereka ini. Namun ternyata, pasangan Mustafa dan aku ini memang tidak mujur ya kalau berhadapan dengan sebuah kelembagaan yang kaku dan agama. Sore itu kami dihadapkan oleh dua orang ibu – ibu arisan (salah satunya berprofesi sebagai bidan) yang bicara titit (baca: alat kelamin) aja pake sungkan – sungkan karena saru, ditambah lagi lamat – lamat bicaranya layaknya ini semua tabu, menjelaskan bagian – bagian alat kelaminpun juga sering mencontek, dan mereka seperti malah melihat dari perspektif yang mengerikan seperti penyakit kelamin, ibu – ibu dengan tato yang kemungkinan HIV *singak!, dan proses kelahiran yang menyakitkan. Bahkan salah satu ibu itu bicara demikian, “sakitnya itu walaupun si ibu itu cantik kayak apa, pasti mukanya akan semakin jelek ketika kesakitan mau melahirkan” *sembari memandang wajahku yang membuatku berpikir aku ini cantik dan lemah dihadapannya *halah …. J

Ah, kandas sudah deh harapan melihat kitab Kama Sutra, nampaknya Mustafa dan aku perlu bereksplorasi sendiri, toh kami cabul dan kami yakin pasti kami akan seru sekali nanti kehidupan pernikahannya jadi kami tidak peduli meski pengetahuan yang kami serap sedikit sekali. Di penghujung acara, calon – calon mempelai putri ini diberikan susu sample pendukung masa – masa menjelang kehamilan *yippie … . Ya sudah lah bu, aku yakin kalian pasti ndak tau apa itu big “O” jadi mungkin tidak ada yang menarik bagi ibu – ibu arisan selo ini untuk berbagi mengenai indahnya kehidupan intim suami istri *sigh.


Thursday, April 11, 2013

Mustafa dan Nyali


Ini juga jangan bilang – bilang Mustafa, meski ini bisa dibilang tulisan balasan atas apa yang ditulis Mustafa dalam blognya.
Aku bukan penulis, tidak seperti Mustafa yang pandai merangkai kata – kata dalam sebuah tulisan. Terlebih lagi ketika kosakata yang aku miliki lebih sedikit daripada Mustafa.
Kalau kata Mustafa, aku lebih pintar bersilat lidah daripada menulis mengingat profesiku sebaga Humas yang terkenal bullshit ini.
*Namun patut diakui kepiawaianku ini berhasil merebut hati banyak orang mulai dari atasan, owner, juga mertua … J
Cukup mengenai aku, jangan sampai gagal fokus karena kita harus membicarakan Mustafa diam – diam.

Waktu ditanya kenapa aku mau menikahi Mustafa, aku kesulitan menjawab karena alasannya ya karena itu Mustafa, bukan Don Juan, bukan Abul Zakir, atau nama – nama lainnya yang pernah ada dikehidupanku. Toh katanya Cinta itu tanpa syarat dan alasan, jadi aku sudah cukup membual dengan menjawab “Karena itu Mustafa, aku mau menikahinya dan menjawab iya ketika dilamar”. Namun demikian, tidak mudah juga ditanyai teman – teman dekat mengenai Mustafa, mengingat pencitraan Mustafa itu salah kaprah dimata teman – temannya. Ada yang bilang dia itu gombal, penjahat kelamin, playboy, tidak mapan, kekanak – kanakan, dan lain sebagainya yang tetap tidak menyurutkan niatku untuk mau dipinang Mustafa.

Dimataku Mustafa ini orang yang sangat santai, dia yang bisa mengajarkan aku untuk “Keep calm” dan hidup itu tidak perlu ngoyo. Dia juga memberi aku gambaran untuk tidak perlu kuatir betul akan kehidupan, jadi kalau hidup sama Mustafa itu mungkin semacam ‘makan ngga makan asal kumpul’. Ah, tapi tidak juga, coba sodorin Mustafa dengan sepatu salah satu merk yang mahal, celana jeans dengan merk yang mahal, hem dengan merk favoritnya yang juga mahal, dan juga gadget impiannya yang pastinya juga mahal, mungkin dia akan termotivasi untuk menabung dan bekerja lebih giat. Karena menurut Mustafa, penampilan itu utama sepertinya ….

Saking tenangnya, Mustafa ini banyak diam dan jarang bicara. Sejak 2004 kita saling mengenal menjadi selingkuhan, aku juga mengenal Mustafa sebagai sosok antisosial, rebel, pendiam, dan pintar menulis. Dituliskannya kepadaku beberapa coretan kecil dan dipanggilnya aku ini Madu …. *entah dulu mungkin aku korban rayuannya atau seperti bagaimana dia meyakinkan aku memang dari dulu Mustafa sudah tertarik kepadaku uwwyeaahh!. Berpisah dari sejak 2004 karena aku ketahuan berselingkuh dengan Mustafa, maka diputuskannyalah tali silaturahmi kami dan aku tidak pernah lagi menemukan Mustafa sampai pada awal 2012 kemarin. Berubahkah Mustafa? Sampai saat ini aku belum tau dan belum mengenal Mustafa secara menyeluruh, namun ini akan jadi perjalanan yang seru untuk mengenal dirinya. Yang jelas, dia tetap pendiam menurut aku … tidak secerewet aku yang banyak bercerita. Waktu pertama kali bertemu di tahun 2012 pun aku sempat kehabisan bahan pembicaraan karena dia terus saja menatap aku tanpa bicara banyak. *mungkin dia sudah kena pelet penakluk lelakiku ahay!

Jangan terlalu banyak memberi wejangan kepada Mustafa, dia bisa lari tunggang langgang atau ekspresi wajahnya berubah menjadi monster karena dia benci sekali dengan orang yang terlalu banyak memberi nasihat seperti hidup mereka sudah siap mati sempurna. Cukupkanlah Mustafa dengan beberapa cerita pengalaman hidup, pasti dia akan mengerti dan dia juga sudah cukup tau untuk mengambil sikap dalam hidupnya.

Usut punya usut mengenai Playboy, ternyata Mustafa tidaklah playboy, hanya pencitraannya saja yang salah. Jumlah mantan kekasihnya, tidak sebanyak mantan kekasihku. Kenakalannya belum seberapa dengan kenakalanku. Jadi bisa dibilang, pencitraan Mustafa ini salah dimata beberapa orang, mungkin karena dia ini tidak piawai menjadi Humas, tidak seperti aku. Mustafa ini selain apa adanya, orangnya all out dia terkenal baik hati dan tidak perhitungan. Jadi sebenernya dia ini gampang dikadalin *eh … J Oleh karena itu, tidak perlu diragukan, banyak wanita – wanita yang jatuh hati kepadanya karena memang baik hatinya.

Untuk masalah nyali, sebetulnya ini masih jadi pertanyaanku sejak bertemu dengan Mustafa. Aku masih tidak habis pikir dan mungkin kami ini juga masih tidak habis pikir dengan keputusan kami untuk menikah. Mengingat kami sama – sama tidak percaya pernikahan dan agama, cukup mencengangkan juga sampai kami akhirnya bisa melewati proses perkenalan antara calon besan, proses lamaran, dan sampai saat ini kami menjalani penyelesaian keperluan surat nikah mulai dari sipil dan gereja, juga hendaknya kami mengikuti katekisasi serta kursus perkawinan yang kadang – kadang juga mengganggu pola berpikir kami yang terlalu absurd. Namun inilah Mustafa, dibalik sikap kekanak – kanakan dan manjanya sebagai anak bungsu, namun dia betul – betul punya nyali untuk mengajak aku menikah dan sebagai seorang calon mempelai dia sangat menyenangkan diajak bekerja sama. Seperti pada pagi ini, merapihkan dokumen, merangkum pengeluaran, menyelesaikan desain undangan, membuat buku pemberkatan, memilih lagu – lagu yang akan dinyanyikan, dan kesana kemari mendampingi aku menyelesaikan semua – semua procedural yang melelahkan tetapi merupakan tantangan yang menarik. Jadi Mustafa, lebih baik aku saja yang santai – santai disini dan memastikan semuanya beres sembari menikmati kopi dan sebatang dua batang racikan tembakau.



Nyali - Naif
Kekasih,Telah bulat hatiUntuk ucapkan sebuah janjiBila engkau mau menanti
Bagaimana caranya akuMengungkapkan maksud hatikuAndai engkau mau mengerti
Tuhan...Beri aku nyaliUntuk mengucapkan janjiSehidup sematiAku tak ingin lagiMembuatnya menunggu untuk sesuatu yang tak pasti

Tuesday, November 27, 2012

Hadiah dari Mustafa




Ini hadiah dari Mustafa hari ini, setelah satu minggu kami habiskan bersama terus sampai pada suatu saat Mustafa bilang "please don't marry somebody else, we should get married... " lalu kemudian aku keselek es teh.
Tenang Mustafa, kalau memang kita akan bersama sampai tua nanti seperti katamu dulu 8 tahun yang lalu, maka terjadilah demikian setelah kemudian kita terjadi bertemu.



Rangkuman

Karena ketika aku dulu jatuh, ketika hidup seakan tidak perlu dipertahankan, kemudian aku membunuh Amirta. Nama yang diberikan orang tuaku, artinya "hati" dari kata "amor". Aku juga membunuh masa laluku, masa - masa aku menjadi Amirta. Kemudian aku lahir menjadi Stella, nama yang diberikan dengan arti "bintang" simbol akan sebuah mimpi dan tujuan. Aku hanya melakukan tujuan hidupku tanpa melibatkan hati.

Hari ini, aku harus "niat", harus "semeleh", dan aku harus ingat si empunya kehidupan. Bahwa ujian selanjutnya yang harus aku hadapi adalah untuk menjadi STELLA AMIRTA. Menyelaraskan hati dan tujuan hidupku dengan selalu bersyukur pada empunya kehidupan.

The art of letting flow
Lepaskan! aku termasuk anak muda yang penuh ambisi dan keras (harusnya cukup cerdas juga). Tapi aku tidak boleh lupa untuk melepaskan, untuk bisa membiarkan hidup mengalir. Karena seberapapun rencana dan harapanku, tidak selalu sesuai dengan si empunya hidup.

Nawaitu
HIDUP itu niat. Dulu aku ngga punya niat hidup. Buat apa? aku hidup buat siapa? mama, papa, dan adik? cuman segitu aja? ya niat lah untuk selalu baik baik saja untuk aku dan semua orang disekitarku.


The art of pain
Seperti pake tato, sakit itu bukan berarti harus segera bergas waras karena benci rasa sakit. Tapi nikmati rasa sakit itu, seperti ketika kita menato diri kita sendiri. Sakitnya bukan main, tapi untuk suatu karya seni yang luar biasa. Karena sakit itu perlu! ask to the whole people in the world, they are 100% gone through pain!

Berbagi
Kita itu hanya "kran air" dan bukan pemilik "tandon air" kehidupan. Jadi salurkanlah apa yang kamu miliki dan kamu mampu, tidak hanya untuk diri sendiri tapi untuk orang lain. Merasa tertegurlah ketika barang yang kamu pikir kamu miliki itu hilang, rusak, dan hancur, karena itu bukan milikmu atau mungkin kamu lupa untuk berbagi, maka si empunya "tandon air" akan mengambilnya kembali.

Sebenernya agak susah menulis ini dalam sebuah blog, karena ini menurutku juga tidak mudah. Lebih dari 2 tahun aku mempelajari ini bersama seseorang, dia yang selama ini tidak pernah aku sebutkan identitasnya. Dia adalah "bengkel" untuk hidupku yang sempat hancur berantakan. Lebih susah lagi menulis semuanya ini, karena rangkuman ini kami bahas semalaman ditemani 1 botol besar heineken. Semoga ini sedikit bisa menyampaikan apa yang aku hadapi dan bagaimana aku menghadapi hidup dan bisa berguna buat orang lain.

Untuk makhluk ini, terima kasih untuk hadir dalam hidupku, meski kita tidak akan pernah bisa bersama (who knows). Untuk magnum almond siang itu adalah pelengkap aphrodisiac dalam tangisku. Untuk selalu bisa tau apa isi pikiran kita tanpa harus bicara verbal. Untuk memelukku dengan erat ketika air mataku tidak bisa berhenti. Terima kasih karena setelah 2 tahun aku bertanya - tanya dan semalan semua tanyaku dijawab, for finally you said "yes, I love you" :)

Untuk si empunya hidup ..... I'm freakin have no good reason to be angry with you especially when you send someone that I find right but it's just not right in Your way. So, I guess .... I thank for that though.

Tuesday, November 13, 2012

Non-camouflage Dream Worker

You may think I just play around and have fun at work, all you actually envy is that I'm a fun person making challenges as playground
-SA-


the bosses and me :) 
Kecret, Bapak Besar, Kocrot

Charlie's Angels

The Greeter

The chefs




Ada kalanya emosi harus memuncak, ketika ada yang meremehkan, berkabar buruk, dan berusaha menjatuhkan. Namun, mereka lupa bahwa aku belajar untuk menggapai mimpi, bukan hanya tidur dan bermimpi. Aku belajar untuk merealisasikan, bukan untuk berkhayal. Semakin mereka menjatuhkan aku, maka aku akan semakin kuat untuk bertahan. 

Keluarga besar pemilik properti tempat aku bekerja, mengajarkan aku juga untuk memotivasi diri dari orang - orang yang berusaha menjatuhkan. 


ps: untuk JackD cola yang sudah menemani lemburku, untuk trotoar yang aku tabrak, untuk khotbah - khotbah romo yang misanya aku hadiri, untuk yang memelukku dan berkata "e'thing will be OK", dan teruntuk Bapak Besar .... terima kasih atas dukungannya dan pembelajaran, serta kepercayaannya :) 


Tuesday, July 10, 2012

Reborn!

I thought to live was the hardest blessing
to continue life was the worst
to separate and lost were the agony
the future was the hopeless in despair

I was told that I'm the warrior of my own
I told myself that I need a hero
I was told that I can do anything I believe I could
I told myself that all are too much

Now, I know that I need to stop telling myself
but to do all that's good ahead

Thank you for all the blessing, wish, greet, presents, love, and the sweetest things :)

Morning Bouquet Surprise from Mom and Dad 

Sweets surprise from fellas at work
In this best moment, the best gift to my family is that my mom has just launched her first book entitled Tangan Tangan. A warm high-tea gathering was perfectly arranged at Kopitiam Oey where in this place my mom has grown up. Thank you all for all family and friends for always be around and being our loyal supporters!!

Om Agung Adiprasetya (CEO Kompas Gramedia)'s Speech

The book and us as family

The Talkshow

The candid over nervous lady preparing all those stuff! Break a leg!
Coverage - Tribun Jogja - July 11, 2012

"Tangan - Tangan" book written by Lilik Soekoer is now available in Gramedia Book Store and others :)

Tuesday, July 3, 2012

Arung Jeram







Tips and Trick :

- Choose afternoon trip to avoid sunburn
- Do not bring camera even if it is waterproof (we lost that)
- If you need to pee, just jump yourself into the river
- Rafting is the best cure for stress people (pointing at myself)
- Rafting on any months ended with "er" are much challenging (September, October, November, December)
- Enjoy the trip, don't feel in a rush, feel free to fall ... :)

Tuesday, June 19, 2012

BeFloss!




Beberapa waktu yang lalu, aku dan temanku merasa sangat rendah diri dan putus asa akan apa yang kami lakukan setiap hari. Kata orang kebanyakan ini sindrom ‘bosan jadi pegawai’. Tapi kadang jadi pegawai itu juga rewel, katanya jenuh, patah arang karena tidak punya idealisme, diperbudak bak robot setiap harinya, tapi banyak juga yang memilih untuk menyerah karena takut untuk terjun ke dunia usaha.

Akhirnya aku dan temanku bertanya pada diri kita sendiri, siapkah kita membuat sesuatu dan menjualnya? Karena inti dari sebuah bisnis adalah menjual sesuatu dan membuat sesuatu itu terbeli. Caranya? Itu adalah strategi kita sendiri, bisa dari referensi orang atau kita inovasikan sendiri.

Kami muncul dengan satu produk milik relasi keluarga temanku, Abon Sapi. Rasanya enak! Untuk soal rasa, sebagai pecinta kuliner yang takut gemuk aku punya bakat disini, jadi kalau kemarin ketika mencicipi rasa Abon-nya tidak memiliki cita rasa daging sapi yang asli, gurih, dengan tekstur otot sapi yang renyah, saya juga enggan menjualnya.

Kami lalu mengusung brand dan tagline untuk membuatnya lebih menarik lagi, serta merta packagingnya juga yang bisa membuat orang melirik. Lalu, lahirlah produk kami yang lucu dan enak ini “BeFloss – Floss the most!”

Coba deh pesan ke kami, bisa follow kami di dunia twitterland @befloss , e-mail kami di mybefloss@gmail.com , atau add pin BB kami di 21c39564 harganya sangat kompetitif dengan yang lain, tapi rasa memang ngga pernah bohong, untuk rasa abon yang gurih, sedap, dan bergizi ini, I love how it’s worth! BeFloss tersedia dalam dua rasa Original dan Spicy... *kalau saya suka yang Spicy, aduh itu kalau dimakan pakai nasi putih panas.... hmmmm, jadi inget masa kecil :)

Ps: Terima kasih ya teman – teman yang sudah mendukung kami di acara bazaar Girang Sasanti pada minggu lalu, buat yang sudah follow kami di dunia twitterland, memuji packaging kami, heboh di instagram, dan memesan dari berbagai kota, we really appreciate it!






Thursday, June 14, 2012

Oh Lord, this guy please!





Inget beberapa waktu lalu aku menulis mengenai sebuah Kedai Kopi di Yogyakarta, lengkap dengan sejarah bahwa itu rumah adalah milik Eyang dulunya lalu sekarang diabadikan menjadi sebuah Kedai kopi yang vintage dan serasa kembali ke jaman colonial setiap kali mengunjungi tempat itu, akhirnya aku bertemu dengan pemiliknya. Aduh, dilemma deh sebaiknya ditulis atau tidak ya namanya, nanti kalau ke-googling … matilah awak ketahuan curhat after session-nya! Hehehhehe… Ceritanya begini, ini karena Mama baru saja menulis buku perdana berjudul “Tangan – tangan” dan beberapa hari sebelumnya, Pakdhe dipanggil oleh yang kuasa *selamat ya mama buat bukunya, sayang kameraku rusak belum bisa pamer - pamer foto via blog ... beliin iphone dong eehhhhh ... . Kemudian mama berkumpul dengan kakak – kakaknya di Kedai Kopi itu dan disitulah mama berkenalan sama owner Kedai kopi tersebut, “ownernya ganteng!” begitu kata mama … sungguh maksimal sekali kan caranya memotivasiku!!

Entah bagaimana ceritanya, si Owner ini ternyata sudah sangat familiar dengan keberadaanku! ( THANK GOD I’M FAMOUS!!!!!!!!!! *hahahahaha) jadi beberapa saat kemudian kami saling follow di dunia kicauan burung yang ramai di sebuah garis lini waktu social media itu. Memutuskan untuk bertemu dengan si Owner bukanlah hal yang mudah, kami sama – sama sibuk (halah! Janjane bukan sama – sama sibuk sih, tapi aku ini tergolong HUMAS yang minderan, jadi ketika diajak ketemu, pusing tujuh keliling). Pada sebuah sore, aku datang menemui si Owner ini di Kopitiam Oey, dan VOILA *ganteng mak!!! You are definitely right!!! … hehehehe … dan yang lebih keren lagi ngga hanya ganteng, smart, tenang, cool, sederhana …. Halah! *you name it* my idol criteria is so far on him! *asem*

Cerita kami seputar ide dan konsep event yang akan kami gelar, dunia bisnis pariwisata dan hotel saat ini, bisnis – bisnisnya dia *haizzzz kemecer nggak sih loe!, dunia export, travelling, food, and then .. and then … and then. Overall, I’ll say … Oh Lord, this kind of guy that can make me sit longer listening to his experience, thoughts, ideas, and found what people called ‘chemistry’ is the one I’ve been dreaming along! Meski ternyata dia sudah beristri dan beranak … okelah! Aku bukan tipe wanita perebut lelaki orang *sikap* jadi doaku simple aja seperti pesan mama pagi ini via skype … “Oh Lord, this kind of guy please!”


ps: ditulis dalam keadaan mengantuk dikantor lantaran pulang jam 12:00 dan mendengar anak – anak kos teriak GOAL! Beberapa kali… tapi rasa syukur ini jauh lebih baik mendengar mereka berteriak GOAL! Daripada suara orang bercinta! Damn!

Wednesday, April 4, 2012

Filosofi Kost


Seperti membayangkan diriku sebagai pengelana. Menengok sedikit sebuah perjalanan dari kost satu menuju kost lainnya. Aku melewati 8 kost – kostan dalam 2 tahun terakhir dan setiap kost itu memiliki aura, rasa, makna, dan kenangan serta perjalanan hidup yang berbeda – beda. Aku memaksa menyebutnya filosofi kost…

KOST KALIURANG – Jl. Pandega
-ANGKUH-
“aku ingin pergi dari Comfort Zone” teriakku waktu itu! Aku pingin mandiri, aku ingin menikah, aku ingin punya kebebasan, aku pingin pergi dengan kekasihku, aku pingin menata rumahku sendiri, aku punya karir, aku punya pencapaian dan akupun angkuh dalam sebuah pavilion 8 x 6 meter dengan kamar mandi dalam, dapur AC, ruang tamu, WIFI, parkir mobil luas, akses kota dekat dengan manapun.

KOST BALI – Jl. Legian
-ESCAPE-
“I need to breath”. Ternyata kehilangan harapan dan seluruh kebanggaan yang aku miliki itu sakitnya bukan main. Akupun jatuh, terpuruk, sakit, dan tidak lagi bisa menatap kedepan. Akupun berlari untuk sementara… Sebuah pagi dimana Ibu Made menata perlengkapan doa dengan aroma dupa dan bunga berbaur magis membantuku untuk sedikit mengingat yang kuasa. Ditemani ukiran khas Bali, kos – kostan 4 x 5 tanpa AC, kamar mandi luar, penuh aroma kebebasan, mendengar debur ombak dari kejauhan… akupun menyendiri.

KOST BANDUNG – Cicendo
-RESAH-
Apakabar tawa, aku merindukanmu dan akupun tertawa. Keraguan masih muncul namun kakiku mulai mau merangkak. Disaat aku mempertanyakan sebuah kesembuhan hati, ujian ini rasanya belum berakhir. Aku seperti terkungkung dalam kamar 4 x 5 meter tanpa jendela di daerah urban dengan gang sempit, tanpa jendela, tanpa sinyal HP, tanpa AC, TV, radio, internet, dan akupun belajar untuk diam.

KOST SEMARANG – Jatingaleh
-SEDERHANA-
Akupun tersadar apapun fasilitas dan kekayaan yang orang tuaku berikan itu semua tidak sebanding dengan kemampuan untuk bahagia yang berasal dari diriku sendiri. Aku melepaskan kedekatanku akan duniawi sejenak untuk belajar dalam suatu kesederhanaan didalam kamar 4x3, kasur kapuk, TV pinjaman, tanpa AC, udara Semarang yang panas, tetangga kost yang rese, aroma furniture tua, dan keramahan yang dipaksakan kepada Ibu penjaga kost.

KOST BANYUMANIK
-METAMORFOSA-
Aku bicara padaNya empunya kehidupan setelah aku terjatuh dari pencobaan copet yang membuatku gegar otak. “apa mauMu?” tidak ada jawaban.. “Ini mauku!” aku berusaha bercerita “Aku tau cobaanMu tak akan melebihi kekuatanku, bahkan ketika aku jatuh aku masih mau bertahan, ketika mati tampaknya indah, aku urungkan niat itu, aku pasrah Bapa tapi ini mauku… aku mau karirku, aku tidak mau sombong, aku ingin jadi produktif dan berguna untuk orang lain…tapi akupun tidak keberatan jika yang aku mau bukan jalanMu “ Akupun melirik anak – anak kecil yang berlarian dari dalam kost 4 x 5 meter, kamar mandi luar, TV masih pinjaman, kasur spring bed horeeee!, bau perabot baru dan kualitas kayu murah, dan tanpa ventilasi yang banyak….

KOST JOGJA – Jl. Sulawesi           
-HOMETOWN GLORY-
Kuhentakkan kakiku ditanah, “I’m back, I cut my hair, this is my new life” Kupandangi bintang dari balik balkoni kamar 5 x 6 meter dengan kamar mandi dalam, tanpa AC, furniture ala 90an, TV sendiri!, dan hiasan dinding!

KOST JOGJA – Jl. Demangan Kidul
-LITTLE HEAVEN-
Suatu pagi aku rindu sebuah meja bundar, ayah, ibu, adik, anjingku Zulu, kopi, dan kebulan asap rokok kami sekeluarga, semuanya memudar dari pandanganku kearah Merapi dari kamar kost 5 x 6, dengan AC, Kamar Mandi dalam, bau perabot baru, bed Crate and Barrel, Sofa Vinotti, Runway Wardrobe dari papa, TV Cable, Internet connection, water heater, dan aroma bangunan baru!! Kata ibu, “jangan disesali, raihlah kenikmatanmu sendiri” …. Aku tidak menyesal bu, aku tidak sedih, aku bangga, aku bersyukur, aku berjuang dan aku akan memperjuangkanmu…

KOST JAKARTA – CILANDAK MANSION
-REWARD-
“kost kamu di TV”, “temen kost kamu ada di cover majalah lifestyle terbesar di Indonesia”, “dia simpanan siapa?”, “dia menyimpan simpanannya disitu” , “Everyday, they’re shuffling!”, “drink, sex, and drugs” Astaga, kehidupan apa ini di Jakarta? Dari samping kolam renang tepat didepan kamarku 4 x 5 meter, kamar mandi dalam, water heater, full service housekeeping, TV cable, AC, and high-speed wi-fi… mengingatkan kekuatanku untuk tak lagi jatuh dalam dunia hedonism. 


Cilandak Mansion

Here I cook food and brew coffee

The pool I never wish to swim

The spot I spend most of my hours in front of my room

Thursday, March 8, 2012

A Guy Named Robin ....

Though I know you less, I pray for the best place of your soul

Beberapa kali terakhir kami lagi suka banget makan di Zango, sebuah restaurant Perancis di daerah selatan kota Yogyakarta. Pada kunjungan terakhir kami bertemu denagn Robin, anak pemilik restaurant ini. Baru hitungan hari dan pagi ini kabar itu datang, bahwa Robin baru saja kecelakaan di daerah Jalan Monjali dan meninggal.

Merinding tentu, kaget iya, sedih mungkin tidak terlalu. Hanya aku mengumpulkan pikirku pada suatu tanya.We just never know what will happen. Dari ada menjadi tiada ... rasanya sebuah arti hilang begitu saja karena sebuah kematian. Sedangkan beberapa hari terakhir aku bertanya pada diriku, lalu apa yang tersisa yang bisa membuatku bertahan hidup?

Thursday, March 1, 2012

Samuel Mulia : Kehilangan

Untuk yang pergi menghilang, semoga menjadi mengerti akan sebuah persepsi obyektif. Untuk yang merasa kehilangan, semoga memaknainya sebagai pembelajaran untuk diri dan kerelaan.
 - Stella Amirta -

Kemarin dia bilang " apa yang kau takutkan? "
Kujawab, " aku takut kalah, karena aku yang ditinggalkan, dan aku kehilangan "
" tidak ada yang bisa dibandingkan secara utuh sebuah nilai kehidupan menjadi sebuah kemenangan, kalian sama - sama menang, sendiri - sendiri ... "



Friday, February 17, 2012

Little Princess

Along the way I buried a dream of being Daddy's little princess, 
with all the shinny blinking and sparkling stuff all girls ever dream, 
the comfort zone and avoidance for any disturbance, harms, and dangerous treat...


I sit in front of a truth princess for she got all the glam but freedom.
She can stand but not still for she is afraid of all around.
She is inside the golden cage and never experience the excitement of my world


I sit in front of a truth princess for I'm proud to not being a princess.
I stand with my own bare feet and I can feel the excitement for a pale cheap comforting shoes I bought by myself.
I don't hang around for I don't fear the stuff called dangerous. 
Those scary things that not making me dead, I'm not afraid.
For if one day I die, on the judgment day, I'll say "God, I'm responsible for all single things ever happened in my life ... "


Dogs never bite me, just humans
-Marilyn Monroe-

Sunday, February 5, 2012

Suatu Sore Bersama Pongki Barata

Menjadi Kita

Kalau samudera yang luaspun, akhirnya bermuara,
Hatiku juga demikian
Jika matahari yang tinggipun, mau mengalah pada senja,
Aku juga demikian
Bintang jatuh bukan ukuran, Sebuah cinta bisa diwujudkan
Karena tanpa dia jatuhpun, kita tetap berperlukan
Kemanapun arah berjalan,
Percayalah pada Sang Tujuan yang tuntun kita berpasangan
Terima kasih membuatkanku kopi pagi hari
Terima kasih membuatkanku teh hangat teman senja
Tapi yang terpenting ... 
Terima kasih sudah mengubah "aku" menjadi "kita"

- Pongki Barata -

Demikian tulis Mas Pongki untuk sebagai puisi kecil pada undangan perkawinan temanku. Kalau belum tau siapa Mas Pongki sebenernya kebangetan, atau boleh dibilang mungkin sudah uzur jadi jaman Jiskutik dan Dance Company sepertinya sudah tidak masuk lagi. Yak, Mas Pongki ini pentolan Jikustik yang sekarang aktif di band barunya The Dance Company, bersama Nugie, Baim, Aryo, dan Mas Pongki sendiri. Sore itu aku dan temanku bermain ke rumahnya. Kebetulan Mas Pongki ini kakak angkatan kuliahku, meski ketika aku masuk, dia lulus. (jadi tidak ada alasan untuk aku mengenalnya).

Mengenal sosok Mas Pongki sangatlah sederhana dan positif. Bicara ngalor ngidul berjam - jam dan ketawa ketiwi, kamipun mulai membaur karena dunia kami hampir sama. Sosialitas, kepenatan negara, pencitraan, karya dan entertainment. Kebetulan istri Mas Pongki, Sophie Novita adalah duta besar suatu produk di perusahaan tempat aku bekerja.

Awal pembicaraan kami adalah ketika kami berkomentar, "Mas Pongki kurusan dan tirus banget!" karena pertanyaan itu, berceritalah dia akan hidup sehat dan membiarkan kami menilai. Dia juga menegaskan " Stella, kalo lo tersinggung, marah, dan berubah, gw malah seneng banget, tapi ini keyakinan gw... gw juga ngga maksain ini buat lo" hehehehe ... baiklaaaa *sambil ngunyah bolu meranti pemberiannya*. Jadi Mas Pong ini orang yang tidak percaya obat dan beberapa waktu lalu test kolesterolnya tinggi. Karena dia tidak suka mengkonsumsi obat, maka dia memilih mengatur pola makannya. Disitulah dia mulai menghindari gorengan dan memperbanyak makan sayur serta tidak makan nasi. 


Ada sebuah pembelajaran dari Mas Pongki soal hubungan tubuh dan manusia. Dimana sebenernya manusia itu sudah diciptakan sedemikian rupa dimana sebelum ada teknologi untuk mengolah makanan, sayuran dan buah - buahan adalah konsumsi utama manusia. Dari bentuk taring gigi kita, bukanlah gigi pengoyak daging dan pencernaan kita juga tidak cepat memproses daging. Hmmm... disini aku agak kebingungan menjelaskan soal pola pikir kesehatan ini. Intinya, sebaiknya kita mengkonsumsi makanan yang bisa dikonsumsi dan diproses oleh tubuh kita dengan baik, niscaya tubuh kita sehat. Satu contoh kasus, nasi itu sebenernya adalah makanan burung (ketika kita memisalkan belum menemukan alat pengolah biji padi menjadi nasi) karena pada dasarnya, tubuh kita sulit memproses nasi. Haizzz... tambah pusing lagi aku menjelaskannya! Yang jelas Mas Pongki turun 10 kilo sejak dia merubah pola makannya selama 6 bulan dan badannya menjadi lebih sehat. Maka dia menyarankan aku dan temanku untuk hidup lebih sehat. 

Sesekali Mas Pongki membantu dan berinteraksi dengan anaknya yang sedang mengerjakan PR. Kemudian pembicaraan kami mulai melang lang lang lang buana, dari mengenang masa lalu, hidup, keluarga, dan sampai pada kesibukan baru nya. Untuk kesibukan barunya, tidak bisa kutulis disini. Nanti tunggu saja sampai karya barunya keluar ya!


Pokoknya sore itu bagiku adalah penuh inspirasi. Selain aku selalu dikira calon istri temanku yang membagi - bagi undangan pernikahannya itu, aku belajar banyak mengenai sisi kehidupan lain. Kali ini adalah kehidupan dibalik layar dunia band, selebritas, dan entertainment. 


Terima kasih GPS, sudah membantu kami untuk menemukan rumah Mas Pongki, meski kesasar sampe 2 jam. Terima kasih untuk weekend ini dear, Someone. I'm happy for your wedding and apologise for I can not attend. Should you be in doubt, in fear, and in adapting yourself into new life, believe me ... Once you can change challenge into excitement. You will dare to walk and move on. Just go, don't turn back... and promise me an eternal relationship with your wife for I'm sick of things like separation.





Tuesday, January 31, 2012

Sudut Tua

Sebenernya tulisan kali ini isinya emosi sumpah serapah dan kecaman untuk seseorang sales yang janjian tapi ternyata membuat janji meeting lain dan membuatku menunggu 1 jam. Tapi, bukan aku kalau tidak mengambil sisi "Bright Sparks" kalo menurut kosa kata ku akan segala kejadian yang menimpaku.

Ternyata, tempat kami janjian itu adalah hotel baru di daerah Mampang dan ngga nyangka kalau ada sentuhan American Classic didalamnya. Sebagai penyuka vintage yang ngga abal - abal. Aku jatuh cinta sama kabinet ini :

Sebenernya aku lagi homesick, tapi ngga cocok juga disebut homesick, kan aku ngga punya rumah. Mo dibilang hometown sick, Yogyakarta is not really my hometown. Yang jelas aku kangen Jogja, tapi apa ya yang dikangenin, pacar ngga punya, temen masih bisa kejangkau BBM, telpon, dan twitter. Malah kalau di Jakarta aku bisa ketemu adekku tercinta setiap saat.

Setelah bertapa disamping kolam renang beberapa malam, ternyata aku memang merindukan sesuatu. Aku merindukan sebuah rasa yang orang sebut dengan istirahat. Dipikiranku sudah terpatri, kos ku di Jogja adalah tempat tinggalku, semua barang - barangku disitu. Sudut-sudut itu sudah aku kenali dan menjadi tempatku berpulang. Meski kos - kosan ku di Jakarta dibilang mewah, masuk TV, ada kolam renang, dan wifi, tapi memang betul... I need a place that I call home ...

Wednesday, January 25, 2012

Jakarta Week 1 : Sahabat dan Adik

Dua sosok yang ada dalam level terendah di kehidupanku adalah keluarga, sahabat, dan adikku tercinta. Sahabatku yang satu ini, sangatlah spesial. Kami sudah saling mengenal selama 20 tahun. Kami dekat karena orang tua kami dekat (kami terpaksa mengenal satu sama lain). Permusuhan pun pernah kami jalani. Sampai akhirnya kami memang harus duduk sebangku dimasa SMA dan kami pun semakin dekat lalu bersahabat erat.

Eratnya persahabatan kami itu unik, selera kami sama *kecuali selera pria* dan kami sering tidak sengaja membeli barang yang serupa tapi tak sama, tas, baju, sandal, sabuk, dll. Bahkan sering terjadi ketika dia melihat sepatuku dan komentar "hampir aja kemarin beli ini" begitu juga aku sebaliknya. Bahkan pernah dia mengeluh sudah mengincar sabuk yang bagus, tapi hanya tersisa 1 buah dan itupun terbeli orang. Ternyata, pembeli itu adalah aku. Mungkin kami memang sehati, tapi ini keunikan kami... bahkan gigi kami berlubang di tempat yang sama dan tidak sengaja membeli baju tidur yang sama *mulai lebay dan jijik*

Lucunya lagi, ketika aku bertugas di Jakarta, kami tinggal berdekatan, sama seperti ketika kami di Jogja. Jarak tempat tinggal kami benar - benar dekat. Lalu aku, sahabatku, dan adikku memutuskan untuk menghabiskan akhir minggu bersama ....

I love you guys, I love my weekend, even about the Tugu Tani experience! screw the girl who hit those people.

Japanese Dining at KiraKira Ginza

Ragusa!!!! Hooosssaaahhh

Vintage Cafe Batavia

Feels like in Japan - KiraKira Ginza

At Cathedral I'm so grateful

Thursday, January 19, 2012

Weekend Notes : Belated Bday Blast and pre-Sincia Party

Om William Wongso lagi masak

Makan Babi terenak didunia, katanya ga boleh dikunyah


Look at the cute couple in the corner!

Candid yang maksimal

Tampak bawah

Tampak Atas

Aku dan Mereka, Kami .... Arisan 3 :)

Candid maksimal (lagi)

The Owner of Sasanti and Grand Aston Yogyakarta

Pembaptisan *sigh*

Wednesday, January 18, 2012

Jakartaku, dulu dan sekarang

Dulu pernah berujar, aku benci Jakarta. Dengan segala ketidak ramahan, ketidaknyamanan, dan tipu muslihatnya. Lalu aku kembali berujar, aku pasti akan menikmati jakarta pada level kehidupan tertentu... KEtika aku bisa menikmati Jakarta dalam level yang berbeda. Level kehidupan yang memungkinkanku menikmati metropolis nya kota ini.

Kunjunganku kali ini sedikit berbeda dan membuatku berkomentar.. Guess I'm in love with Jakarta. Memangnya, kehidupan level apa yang harus dijalani untuk menikmati sebuah kota yang disebut Big Durian ini.... Ngomong - ngomong soal Big Durian, aku juga baru tau kalau ini sebutan semacam Big Apple di New York. Jadi ketika Evita Peron ke Big Apple, mungkin aku semacam Evita Perotttt pergi ke Big Durian. Kembali ke pembicaraan level kehidupan, bukan berarti aku berkata uang adalah segalanya untuk membeli kebahagiaan, tapi untukku uang memang tetap berarti untuk membeli fasilitas, kenyamanan, dan keamanan.

Ketika tiba di Bandara, dan sudah ada sopir yang menjemput. Ketika tempat tinggalmu nyaman dan tidak merasa panas, ketika 12 jam yang terik kau habiskan di ruang kerja. Ketika seluruh bi aya pengeluaranmu ditanggung oleh kantor, dan ketika hampir seluruh tempat rekomendasi di Jakarta bisa kau kunjungi, percayalah padaku... Hidup akan terasa lebih indah di Jakarta. Oiya, satu lagi.. Ketika sahabat dan adikmu tercinta ada di Jakarta, itulah yang kusebut Ultimate life of Stella Amirta...

Terima kasih Tito my little brother, Ela my eternal best friend, Mbak Nita, Kak Ruth, Yusti and family, Mbak Angi my sister, my pillow talk buddy the R guy, Mbak Angie, dan teman - teman media yang menyambutku dengan ramah dan sudah siap dengan agenda kencan hang out kita ... I love you all guys...

Oiya, biggest thanks to Mama and Papa yang udah membantu kepindahan, ikut repot dengan bawaanku yang seabrek. "ngga usah janjiin kasih uang saku pa, I know my account is still at zero point but I can live with that ... Just promise me (ups, guess you're not good in promising) just do your best days ... And be good with mom... I love you guys in my best way to love you... Bisou bisou... "