instagram

Pages

Wednesday, January 18, 2012

Jakartaku, dulu dan sekarang

Dulu pernah berujar, aku benci Jakarta. Dengan segala ketidak ramahan, ketidaknyamanan, dan tipu muslihatnya. Lalu aku kembali berujar, aku pasti akan menikmati jakarta pada level kehidupan tertentu... KEtika aku bisa menikmati Jakarta dalam level yang berbeda. Level kehidupan yang memungkinkanku menikmati metropolis nya kota ini.

Kunjunganku kali ini sedikit berbeda dan membuatku berkomentar.. Guess I'm in love with Jakarta. Memangnya, kehidupan level apa yang harus dijalani untuk menikmati sebuah kota yang disebut Big Durian ini.... Ngomong - ngomong soal Big Durian, aku juga baru tau kalau ini sebutan semacam Big Apple di New York. Jadi ketika Evita Peron ke Big Apple, mungkin aku semacam Evita Perotttt pergi ke Big Durian. Kembali ke pembicaraan level kehidupan, bukan berarti aku berkata uang adalah segalanya untuk membeli kebahagiaan, tapi untukku uang memang tetap berarti untuk membeli fasilitas, kenyamanan, dan keamanan.

Ketika tiba di Bandara, dan sudah ada sopir yang menjemput. Ketika tempat tinggalmu nyaman dan tidak merasa panas, ketika 12 jam yang terik kau habiskan di ruang kerja. Ketika seluruh bi aya pengeluaranmu ditanggung oleh kantor, dan ketika hampir seluruh tempat rekomendasi di Jakarta bisa kau kunjungi, percayalah padaku... Hidup akan terasa lebih indah di Jakarta. Oiya, satu lagi.. Ketika sahabat dan adikmu tercinta ada di Jakarta, itulah yang kusebut Ultimate life of Stella Amirta...

Terima kasih Tito my little brother, Ela my eternal best friend, Mbak Nita, Kak Ruth, Yusti and family, Mbak Angi my sister, my pillow talk buddy the R guy, Mbak Angie, dan teman - teman media yang menyambutku dengan ramah dan sudah siap dengan agenda kencan hang out kita ... I love you all guys...

Oiya, biggest thanks to Mama and Papa yang udah membantu kepindahan, ikut repot dengan bawaanku yang seabrek. "ngga usah janjiin kasih uang saku pa, I know my account is still at zero point but I can live with that ... Just promise me (ups, guess you're not good in promising) just do your best days ... And be good with mom... I love you guys in my best way to love you... Bisou bisou... "

Saturday, January 14, 2012

Doa untuk teman hidup...

Masih inget kan cerita gimana orang - orang disekitarku mengingatkan aku untuk cari jodoh. Setiap aku pergi ke tempat baru atau seperti pindah ke kos baru seminggu yang lalu, doa mereka selalu menyertai .. "kos lo campur kan, gw doain ada yang ganteng dan jadi jodoh lo.." kemarin ketika dapat surat perintah untuk tugas di Jakarta, doa mereka juga menyertai .. "mungkin ini jalanmu, menemukan jodoh di jekardahhh.. " kadang aku ketawa geli melihat tingkah mereka semua.

Sore ini tadi juga tiba - tiba dicurhatin anak galau, karena pacarnya jauh dan hubungan mereka renggang. Hmmmm aku jadi berpikir, yang punya pasangan ... Ada aja masalahnya. Yang single juga punya masalah dalam penantian ketemu jodoh. Mungkin memang begini variassi kehidupan, semua punya masalah dan kebahagiaan sendiri dalam setiap statusnya.

Aku berpikir, dengan banyaknya pengalaman disekitarku, bagaimana sih upayaku memanjatkan doa dan harapan akan seorang belahan jiwa. Aku terdiam sebentar dan mulai merangkai sebuah doa.

Selamat malam Bapa,

Hari ini indah untuk semua kebaikan yang aku dapatkan dan kuharap untuk orang - orang yang aku sayangi disekitarku. Sore ini, dalam kesendirianku aku bersyukur atas segala sigapku dan kemampuanku, aku sudah menyelesaikan tugasku hari ini. Meski belum sepenuhnya selesai, aku yakin esok ada hari dalam harapan baru untuk menyelesaikan tugasku.

Bapa, dalam sendiriku terkadang ada rasa sepi yang mencuri senyumku untuk sesama. Kalau memang nantinya harus aku sendiri dalam menghabiskan sisa waktu hidupku, semoga aku bisa berbagi senyum dan bahagiaku untuk sosok -sosok disekitarku yang membutuhkan. Sebaliknya, jika aku diberi kesempatan untuk menemukan seseorang untuk bersama - sama berbagi jiwa sampai akhir suatu masa dan momentum, harapku mohon sampaikan padanya; jadilah teman hidupku, seorang sahabat, berjalanlah disampingku, bukan didepan, atau dibelakang. Jalanilah hidupmu seperti ambisi dan citamu, nanti pulanglah kepadaku, rumahmu untuk berbagi. Kamu dan aku, kita berbeda ... Sampaikan itu dalam gelas - gelas kopi sore untuk kita berbicara dan menikmati hebatnya memadu padankan kata - kata dalam sebuah perbedaan menjadi kesepakatan bersama.

Kututup akhir minggu ini dengan senyum sebagaimana aku menyambut mentari, dengan rasa syukur. Aku akan berdiri tegak dari setiap harapan yang mungkin tak terjadi dalam langkahMu, namun dalam keyakinan dan kepercayaanku, harapanku akan selalu menjadi energi dalam langkah - langkahku. Selamat malam Bapa.....

Tuesday, January 10, 2012

Quotation of the day : From Mr. Shezam and Buddha :)



Girl Band should be like this @ Kmeals


Hak Cipta

Hari Senin yang berat, diawali dengan tidur yang kurang karena akhir pekan dipenuhi jadwal kencan dan bekerja. Semakin berat akan adanya beberapa kejadian hari ini yang membuatku belajar akan mahalnya sebuah ide dan rasa menghargai yang semakin pudar di kehidupan ini. Berada di dunia yang mana kreatifitas dan inovasi menjadi penyambung rejeki ku, hal ini ternyata tidak semudah mencontek pekerjaan teman disaat ujian nasional ketika SMA dulu.

Ide itu sama seperti jodoh, mahal banget harganya. Boleh kita minta tiap hari “Tuhan, kasih jodoh dong! Teman hidupku … my ever after loyal sex mate” tapi jawabannya entah kapan dan dimana. Bahkan mungkin terjadi jodoh yang sesuai harapan itu ga pernah datang *agak skeptis*. Tapi untukku, lebih mudah cari ide daripada cari suami heheheheh. Gimana nggak, mengingat aku seorang pengkhayal dengan imajinasi tinggi begini …. Boleh sombong dikit, ide itu bisa dateng di saat – saat tak terduga seperti ketika pup, mabuk, ngalamun, making love *eh, dan berbagai aktifitas tak terduga lainnya.

Itulah kenapa, ide itu mahal harganya dan terlebih lagi efek dari ide itu menjadikan peruntungan yang luar biasa dari segi bisnis dan pencitraan. Hari ini kegiatanku adalah; menemukan pengrajin tas asli dari desainer yang juga merangkap sebagai seniman sekaligus bertemu dengan penjiplak karya – karya tersebut. Setelah kedua barang itu dibandingkan, ternyata memang tidak mudah memasyarakatkan public untuk menghargai sebuah karya dan kualitas. *sambil ngelirik mbak – mbak dengan tas KW ……

Namun hari ini, setelah mendapat kasus di kantor yang berhubungan soal hak cipta dan publikasi *so sorry couldn’t tell the whole story* aku duduk dan memperhatikan merk – merk wardrobeku …. *eh salah …
Maksudku, aku merenungi akan sikapku yang mungkin selama ini sering menduplikasi, mengkopi, membajak, dan juga pernah merasakan sedihnya ketika ide murniku dicuri rekan lain. Jadi, pernah ngga berpikir betapa sakitnya ketika ide yang sangat berharga itu seketika hilang dan menjadi hak orang lain?

Oh iya, sekalian pamer kegiatan weekendku aaahhhh,……

Me and the Flame Away at Vanilla Sky

with the Ibu - Ibu

Thank's to Mr. Shezam :)