When she was just a girlShe expected the worldBut it flew away from her reach soShe ran away in her sleepand dreamed ofParadiseEvery time she closed her eyes
When she was just a girlShe expected the worldBut it flew away from her reachand the bullets catch in her teethLife goes on, it gets so heavyThe wheel breaks the butterflyEvery tear a waterfallIn the night the stormy night she'll close her eyesIn the night the stormy night away she'd fly
In between maturity and childhood I found myself in a trouble of separation, where dreams and expectations seem away from the reality of hurt and facts. I feel the push and pulling from me towards the world and vice versa.
Saturday, January 7, 2012
Kerja Karena Malas
hey! wanita malas kencing |
itulah kenapa aku malas minum, karena aku malas kencing |
tapi malasmu banyak ... |
iya, aku malas beberes kamar, malas kena panas, dan aku malas untuk bersusah payah |
itulah kenapa kamu bekerja begitu keras |
maksudnya? |
kamu malas ... tapi semua orang melihatmu smartworking and hardworking ... kamu lakukan itu semua untuk membayar kemalasanmu ... membayar housekeeping yang membersihkan kos mu, membayar mahal untuk sebuah fasilitas, dan kenyamanan .... itulah motivasimu ...
itulah kenapa aku malas minum, karena aku malas kencing |
tapi malasmu banyak ... |
iya, aku malas beberes kamar, malas kena panas, dan aku malas untuk bersusah payah |
itulah kenapa kamu bekerja begitu keras |
maksudnya? |
kamu malas ... tapi semua orang melihatmu smartworking and hardworking ... kamu lakukan itu semua untuk membayar kemalasanmu ... membayar housekeeping yang membersihkan kos mu, membayar mahal untuk sebuah fasilitas, dan kenyamanan .... itulah motivasimu ...
My laziness is the main reason why I work so hard for then I can pay those things I'm too lazy doing it
- my pillow talk buddy -
Tahun baru 2012 ini adalah tahun yang menarik untuk memulai sebuah kehidupan baru yang lebih baik, tanpa resolusi, hanya satu makna yang ingin aku jalani .... kebaikan. Terima kasih untuk malam yang indah, Bapak William Wongso, Bapak SM (initial that avoid any resulting in risk), Tante Emmy Sasanti, dan Ibu Ian Sofyan and of course especially Mas Dani for the greatest hangover ending that put sickening all day.
![]() |
| Me and Mas Dani Safrian! BFF ROCKS |
Mengawali 2012, aku berpindah di sebuah kos - kosan baru. Jauh lebih nyaman dan bisa menikmati pemandangan Merapi dari balkoni pada sebuah pagi dengan kopi wangi dan selinting tembakau. Surga!!! Oh ya .. perkenalkan, my new pillow talk buddy! call him the R guy! hehehhee ... Sebenernya pertemuan kita itu lucu, dia sudah lama mengenal aku, tapi aku tidak pernah menyadari keberadaannya. Beberapa kali dia selalu cerita kalau pernah ketemu aku di tempat ini atau itu ... bersama pacarku yang itu ... membaca timelineku yang ini ... atau apalah itu. Tetap saja aku lupa ..... dan tidak menyadari kehadirannya.
Singkat cerita, semalam dia membantuku memahami sebuah motivasi kerjaku. Dia tertawa terbahak waktu tau aku malas minum, karena aku malas kencing. Baginya itu hal terbodoh yang pernah dia dengar ... lengkap dengan kemalasan - kemalasanku yang lain. Seketika dia menjawab bahwa motivasiku untuk bekerja begitu keras adalah membayar kemalasanku itu, membayar sebuah fasilitas dan kenyamanan. Mudah sekali kok berpikir akan sebuah fasilitas dan kenyamanan .... yang susah adalah merealisasikan dan memperjuangkannya. Tapi sejauh aku bisa .... inilah aku mencuri waktuku untuk menulis blog ini disela - sela pekerjaan pada sebuah akhir minggu.
Wednesday, January 4, 2012
Reunion
Pacitan and Beaches
| Pantai Srau |
Hari terakhir di kantor, tiba - tiba skype dari Ibu (my boss) muncul .. "Jangan lupa liburan, you need it ... award yourself with blissful holiday and head to busier 2012 ... " kujawab "I will but still no plan to do ... " Singkat cerita, memikirkan pesan Ibu menjelang libur, aku, Yuni, dan Andi berpikir untuk menjelajah Pacitan. Meski beberapa orang menghina bahwa tidak ada yang menarik disana .... kami tetap kesana, karena banyak cerita mengatakan banyak pantai yang masih perawan dan surfer - surfer Australia beraksi disana.
Berikut yang kami temukan di Pacitan selain wanita - wanita dangdut di sebuah baliho berkata Belum ke Pacitan kalau belum ke Teleng Ria. Honestly speaking, Pantai Teleng Ria menarik juga sih, tapi yang kami cari adalah sebuah pantai dan privasi. :) jadi itu bukan tujuan utama kita :
| The Horison I couldn't ignore |
Sebuah Poci Pagi, Pecel Madiun, dan Nasi Lodo. Serta Tahu Bakso dan Otak - Otak Tuna.
Ini wisata kuliner yang harus disambangi di Pacitan, tapi sayang sekali, karena lapar yang tak tertahankan, sama sekali kami melupakan untuk mengambil gambar makanan - makanan itu. Tapi masih ada gambar Poci nya kok ... hihihihih... *oh iya, berhubung aku menderita Disorientation Syndrome alias ga tau arah .. tanya Mbah Google aja ya buat alamat dan rute GPS menuju ke tempat - tempat ini.
Pantai Srau dan Pantai Watu Karung
Dua pantai ini yang aku rekomendasikan untuk berlibur, memandang horison, dan mbribik bule surfer yang sedang beraksi ... eheheheheh ....
| The Gate at Srau Beach |
| The view from Pxlromatic of Srau Beach |
| The stunning Watu Karung Beach |
| Pagi Poci |
| The Signage that made us laugh |
ps: thanks to Yuni and Andi for the trip, for the understanding that I slept along the way and most of the time. Really appreciate the adventure, the playlist we had, and the moment of truth starring at the future....
Subscribe to:
Posts (Atom)

