instagram

Pages

Tuesday, April 19, 2011

Food of the Day: Ndalipuk - saNDAL dijoLI kruPUK

Fenomenal banget nama kerupuk ini... Ndalipuk!! artinya Sandal dijoli krupuk, begitu orang Semarang sampe Salatiga menamai kerupuk ini. Kenapa krupuk ini sampe dijuluki Ndalipuk, itu karena kerupuk ini langka... rasanyapun enak dan gurih. Itulah konon katanya orang sampai rela menukar sandal atau barang bekas pantas pakai miliknya untuk kemudian ditukarkan Ndalipuk di pasar.

Sometimes if we want things badly, we are dare to give all what we have as long as we got one!!

Ndalipuk

Food of the Day: Lotis dan Aborsi

Lotis or Fruit Salad with Peanut Dressing

Mulai sekarang harus saya akui, kepekaan radar saya terhadap makanan enak itu memang tinggi. Sepulang kerja, saya melihat satu kaki lima tersembunya di Tembalang, Semarang. Tepatnya di Patung Kuda Universitas Diponegoro itu masuk ke dalam, persis di samping restoran Arto Moro yang cukup terkenal. Tampak sekilas pisang batu, kerupuk, dan buah - buahan dipajang didepan warung. Dalam hati saya komentar, "ini pasti warung lotis enak!"

Ternyata betul!!! hmmmpphhh, dari simbok mulai menghaluskan bumbu lotisnya, saya sudah tau kalau ini spesial karena ramuan pisang batu, biji asam, terasi, kacang, cabe, dan gula jawanya membuat rasa bumbu ini legit, pedas, segar.... mmmmppphhhhh mantabbbb!!!!!

Didukung bumbu yang aduhai, ragam buahnya juga mantab... dari mangga, kedondong, semangka, melon, jeruk bali, jambu, dan nanas.... saking lengkapnya mungkin kalau musim durian, rambutan, atau nangka bisa ditambahkan sama simbok hehehe...

Intinya, Rp. 7.000,- yang dikeluarkan untuk sebungkus lotis yang aduhai ini, tidak membuat saya menyesal... apalagi ketika tau bahwa keesokan harinya, jarum di timbangan menunjukkan beratku berkurang satu kilo... *yeeeeyyyyyy!!!!

Namun, ada bisnis terselubung dari penjual lotis ini... berikut pembicaraan saya dan simbok ketika memesan lotis:

Saya (S) : "Mbok, Lutis dua ya, yang satu ngga pakai nanas..... "

Simbok (Sm) : "Kok ndak pake nanas to jeng? wong nanasnya tu enak lho... "

S : "iya mbok, ngga pakai, temen saya lagi hamil soalnya..."

Sm : "Jangan kuatir jeng, nanas yang buat meluruhkan kandungan tu nanas penthil, ukurannya kecil dan harganya Rp. 25.000,- kalo yang ini saya beli nanas buah, ngga bahaya... harganya cuma Rp. 6.000,- ... Kalau butuh buat aborsi, bisa pesen di saya juga..... karna ngga mudah dapetin nanas penthil"

S : menelan ludah, shock, dan dilirik pembeli sekitar dikira terlibat pergaulan bebas... mencoba tersenyum sambil salah tingkah "Wah, ngga mau aborsi bu.... dan tetep ngga pake nanas lho ya!"

Sm : Kembali bertekun dengan cobek dan bumbu lutis





Monday, April 18, 2011

Food of the Day: Samosas! the Indian food


While the others talking and exploiting Briptu Norman who did Indian dance in You Tube... Here I'm craving for Samosa.... The real indian food without minus one :p 

Samosas are perhaps the most popular vegetarian (usually) Indian appetizer, street food, tiffin (light lunch) in not only India but throughout whole Indian subcontinent and its diaspora throughout the world. Quintessentially, it is similar to pastry such as fried empanada (popular in rural area) with spicy boiled potato stuffing inside crispy flour dough served with spicy chutney. A popular non-vegetarian variant of this classic dish would have spicy ground meat (usually lamb) instead or along with potatoes. Some chef in west have been experimenting Somasa with different fillings and dough. How about spicy beet somosa in  empanada dough or savory rhubarb stuffed somosa in phyllo dough? 

Esok kan Masih Ada


Esok kan Masih Ada

Wajahmu kupandang dengan gemas
Mengapa air mata selalu ada dipipimu
Hai nona manis biarkanlah bumi berputar
Menurut kehendak yang Kuasa

Apalah artinya sebuah derita
Bila kau yakin itu pasti akan berlalu
Hai nona manis biarkanlah bumi berputar
Menurut kehendak yang Kuasa

Tuhan pun tahu hidup ini sangat berat
Tapi takdir kan tidak selalu sama
Coba dan cobalah tinggalkan sejenak anganmu
Esok kan masih ada, esok kan masih ada

Ini foto diambil di Bali, Ayana Resort dan waktu hendak menuju ke Rock Bar... Sebuah Bar exotic yang merupakan salah satu outlet Ayana Resort dan berada di pinggir tebing. Membutuhkan lift khusus untuk menuju ke lokasi itu. Bahkan, harus antri panjang untuk menuju ke Rock Bar... So, perjalanan itu emang worth to visit (curcol: apalagi pas lagi patah hati... *pointing on my nose). It is really an amusement and a hang out spot indeed!!!!

Kenapa saya menggabungkan suasana Bali dan lirik lagu diatas, itu karena ada hubungan antara soundtrack, suasana hati saya, serta perjalanan saya waktu itu. Ketika dalam keadaan patah hati yang membuat body saya jadi keren *makan tak enak tidur tak enak sindrom, saya memutuskan untuk bergaya ala film Eat, Pray, Love untuk melakukan healing trip ke Bali, Bangkok, Vietnam. Yang pasti setelah melakukan perjalanan ini, berat badan saya naik 5 kilo.

Waktu di Bali, hal favorit saya adalah memandang laut, dimana saya bisa meliha batas pandang horison saya mentok disitu. Setiap kali melihat horison, saya sadar sebagai manusia, saya punya keterbatasan. yang bisa saya lihat, rasakan, dan alami adalah sebatas perjalanan saya mengarungi hidup. Kadang sedih, senang, susah, kemenangan, kekalahan, kaya dan miskin harus dilalui. Jadi, horison ini yang mengingatkan saya untuk berdiri tegak dan melangkah lagi kedepan menuju horison horison selanjutnya.

Hubungannya sama soundtrack tersebut, itu lagu kami dengarkan waktu perjalanan ke Rock Bar, walaupun segala upaya kita lakukan untuk mencari soundtrack yang pas dimana seharusnya musik - musik club dengan irama keras mengiringi perjalanan kami. tapi apa daya, saluran radio yang kami temukan waktu itu memutar lagu ini... Sembari merasa kalau saya ini nona manis, rasanya lagu ini diputar untuk memberi semangat saya... apalagi dalam keadaan jablai and badly needing someone's hug! 
Langsung saya berpikir, soundtrack ini mungkin memang yang terbaik yang harus saya dengarkan saat itu, sembari melihat horison, mengumpat atas segala hal buruk yang terjadi, mengumpulkan kekuatan, dan membiarkan dunia berputar, dan meyakini esok masih ada...


ps: kunjungan ke Rock Bar saat itu saya tidak membiarkan diri dibuai minuman yang memabukkan, selain mahal gila... saya sangat ingin menikmati deburan ombak dan pemandangan yang jauh lebih memabukkan. :D